Pengaruh Waktu Maserasi terhadap Senyawa Fitokimia Buah Pedada (Sonneratia caseolaris L.) dari Segara Anakan, Cilacap

Effect of Maceration Time on Phytochemical Compounds of Pedada Fruit (Sonneratia caseolaris L.) from Segara Anakan, Cilacap

Authors

  • Noer Aza Fauziana
  • Novika Mila Prametha
  • Annisa Yuliana Angeline
  • Muhamad Sofi Ardani
  • Sari Sekar Ningrum

DOI:

https://doi.org/10.31941/penaakuatika.v25i2.8034

Abstract

Buah pedada (Sonneratia caseolaris L.) merupakan salah satu sumber daya hayati mangrove yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional karena mengandung berbagai senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi waktu maserasi terhadap kandungan senyawa fitokimia buah pedada (Sonneratia caseolaris L.) dari kawasan mangrove Segara Anakan, Cilacap. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut metanol 96% dengan metode maserasi selama 2×24 jam, 3×24 jam, dan 4×24 jam. Analisis fitokimia meliputi identifikasi gugus fungsi dengan FTIR, pengukuran kadar flavonoid, fenol total, dan tanin menggunakan spektrofotometri UV-Vis, serta analisis rutin dan quercetin dengan HPLC. Hasil FTIR menunjukkan keberadaan gugus C–H, C=O, C–O, dan C–H aromatik yang menandakan senyawa fenolik dan flavonoid. Maserasi 3×24 jam menghasilkan kadar flavonoid (0,0341%), fenol total (9,3678%), dan tanin (9,1525%) tertinggi dibandingkan perlakuan lain. Analisis HPLC menunjukkan rutin terdeteksi dengan kadar tertinggi pada maserasi 3×24 jam (128,19 mg/L), sedangkan quercetin tidak terdeteksi. Dengan demikian, waktu maserasi 3×24 jam merupakan kondisi ekstraksi optimum untuk memperoleh kandungan flavonoid, fenol total, tanin, dan rutin tertinggi pada buah pedada (Sonneratia caseolaris L.) yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional dan nutraseutikal.

Kata kunci: Fitokimia, maserasi, pedada

Downloads

Published

2026-09-30