Analisis Keberlanjutan Budidaya Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) dengan RAPFISH di Panggung dan Tegal Timur

Sustainability Analysis of Pacific White Shrimp (Litopenaeus vannamei) Farming Using RAPFISH in Panggung Urban Village, East Tegal District, Tegal City

Penulis

  • Siti Nuraeni Sekolah Pascasarjana, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan
  • Ernik Yuliana Program Studi Agribisnis, Universitas Terbuka, Tamgerang Selatan
  • Lina Warlina Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Terbuka, Tangerang Selatan

Abstrak

Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) semi-intensif berkembang pesat di wilayah Panggung dan Tegal Timur, namun menghadapi tantangan keberlanjutan yang bersifat multidimensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan serta mengidentifikasi atribut kunci yang memengaruhi sistem budidaya menggunakan metode Rapid Appraisal for Fisheries berbasis multidimensional scaling. Data diperoleh dari 50 responden dan dianalisis dalam lima dimensi, yaitu ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan berada pada kategori cukup berkelanjutan hingga berkelanjutan, dengan nilai indeks tertinggi pada dimensi kelembagaan sebesar 89,47, diikuti ekonomi 82,31, sosial 80,39, dan ekologi 76,99, sedangkan dimensi teknologi memiliki nilai terendah sebesar 72,29. Analisis leverage menunjukkan bahwa kualitas air 100 persen, akses permodalan 100 persen, kolaborasi antar pemangku kepentingan 100 persen, ketersediaan tenaga kerja 100 persen, serta sistem monitoring kualitas air 100 persen merupakan atribut paling sensitif pada masing-masing dimensi. Nilai stress yang rendah kurang dari 0,25 dan koefisien determinasi yang tinggi lebih dari 92 persen menunjukkan bahwa model memiliki tingkat keandalan yang baik. Hasil ini menegaskan bahwa keberlanjutan budidaya ditentukan oleh interaksi antar dimensi, dengan aspek teknologi sebagai faktor pembatas utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengelolaan lingkungan, peningkatan akses permodalan, serta percepatan adopsi teknologi untuk meningkatkan keberlanjutan sistem budidaya.

Diterbitkan

2026-09-30