The Role of The Karawang District Prosecutor's Office in Preventive Efforts to Combating Corruption in Karawang Regency

Authors

  • Muhamad Abas Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Danang Irwanto Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Sartika Dewi Universitas Buana Perjuangan Karawang

DOI:

https://doi.org/10.31941/pj.v24i2.6223

Keywords:

Karawang District Prosecutor’s Office; corruption prevention; legal education; legal structure.

Abstract

Corruption is a serious issue that has a broad impact on economic stability, social structures, and public trust. Karawang Regency, as a region with rapid economic growth, also faces a high risk of corruption. The Karawang District Prosecutor’s Office holds a strategic role in preventive efforts through various educational and supervisory programs. The research problem or main discussion in this study is how the Karawang District Prosecutor’s Office plays a role in preventing corruption crimes and whether the relationship between the legal structure, legal substance, and legal culture can support efforts to prevent corruption by the prosecutor's office. This research is normative legal research with a juridical-normative approach, encompassing statutory and conceptual approaches. The data used are secondary data obtained through literature studies of legislation, prosecutorial policies, and relevant legal literature. Data analysis is carried out descriptively-analytically using legal interpretation techniques and comparative analysis. The research results show that the Karawang District Prosecutor’s Office has implemented various preventive strategies, such as the "Prosecutors Enter Schools" (Jaksa Masuk Sekolah/JMS) Program, the "Prosecutors Guard Villages" (Jaksa Jaga Desa) Program, and the "Prosecutors as Fishermen's Friends" (Jaksa Sahabat Nelayan) Program. In addition, supervision of regional strategic projects is carried out to prevent abuse of authority. However, there are challenges such as limited human resources, lack of coordination between institutions, and low public legal awareness. By strengthening regulations, transparency, and accountability, it is expected that corrupt practices can be minimized and the integrity of government governance can be enhanced

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Kadir Muhamad. Hukum dan Penelitian Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2004.Bambang Waluyo. Penelitian Hukum Dalam Praktik. Jakarta: Sinar Grafika, 1996.

Aulawi, Anton. “Penyuluhan Hukum Tentang Bantuan Hukum Cuma-Cuma untuk Masyarakat Tidak Mampu Untuk Warga Kampung Sukadana 1 Kelurahan Kasemen Kecamatan Kasemen Kota Serang.” ABDIKARYA: Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat 2, no. 2 (2020): 114–28.

Barda Nawawi Arif. Bunga rampai kebijakan hukum pidana. Jakarta: Prenada Media, 2016.

Danang Wijayanto. Problematika Hukum dan Peradilan. Jakarta: Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial Republik Indonesia, 2014.

Edi Yunara. Korupsi dan Pertanggungjawaban Pidana Korupsi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2005.

Harahap, M. Dedy Iskandar, M. Yamin Lubis, dan Nelvitia Purba. “Peran Intelijen Kejaksaan Dalam Mengungkap Perkara Tindak Pidana Korupsi.” Jurnal Ilmiah METADATA 3, no. 3 (2021): 1122–46.

Ismarandy, Ismarandy, Alfi Syahrin, M. Hamdan, dan Rosnidar Sembiring. “Peran Kejaksaan Dalam Pencegahan Dan Penanganan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa Di Wilayah Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera.” Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum 2, no. 2 (2021): 190–99.

Jawardi, Jawardi. “Strategi Pengembangan Budaya Hukum (Strategy of Law Culture Development).” Jurnal Penelitian Hukum De Jure 16, no. 1 (2016): 77–93.

Kadri Husin, dan Budi Rizki Husin. Sistem Peradilan Pidana di Indonesia. Bandung: Sinar Grafika, 2022.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang Laporan Tahun 2021-2024

Muhamad Effendy. Kejaksaan RI: Posisidan Fungsinya Dari Perspektif Hukum. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2005.

Muhamad Zainul Arifin. Tindak Pidana Korupsi: Kerugian Ekonomi dan Keuangan Negara (Perspektif Hukum dan Praktik). Jakarta: PT. Publica Indonesia Utama, 2024.

Mulyana W. Kusumah, Paul S. Baut, dan Beny Herman K. Konsep dan Pola Penyuluhan Hukum. Jakarta: Yayasan LBH, 1989.

Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 tentang Rencana Kerja Kejaksaan Republik Indonesia Tahun 2023.

Robert Kligaard. Penuntun Pemberantasan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2005.

Sudjana, Sudjana. “Penyuluhan hukum dalam upaya peningkatan kesadaran hukum berlalulintas melalui pemahaman terhadap isi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.” Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 25, no. 2 (2017): 124–37.

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021

Zainudin Ali. Sosiologi Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2023.

Downloads

Published

2025-06-20