Dynamics of Legal Politics of Judicial Power in Responding to the Industrial Revolution 4.0

Authors

  • Boy Nurdin Universitas Borobudur, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31941/pj.v22i1.5212

Abstract

This study aims to analyze how the justice system and judicial power in Indonesia adapt to technological developments in the Industrial Revolution 4.0 era. This study uses a qualitative method with a normative legal approach that examines laws and regulations, legal doctrines, and judicial practices related to the application of technology in the law enforcement process. The main focus of this study is to identify the challenges and opportunities that arise for the judiciary in the digital era, such as changes in decision-making, the use of technology for judicial transparency, and the protection of human rights amidst legal automation. The results of the study indicate that digitalization and the application of technology in the Indonesian judicial system are very important to improve the efficiency, transparency, and accessibility of justice. Structural changes due to the amendments to the 1945 Constitution resulted in the decentralization of judicial power with three independent institutions: the Supreme Court, the Constitutional Court, and the Judicial Commission. Initiatives such as e-court and e-litigation implemented by the Supreme Court facilitate the legal administration process, while the Constitutional Court introduces a transparent judicial system through an informative website and mobile application. The Judicial Commission also utilizes digital platforms to maintain independence and accountability. However, challenges include the digitalization of the judicial process, demands for transparency, the influence of artificial intelligence, and increasing legal literacy. Courts need to adapt to technology to increase efficiency while protecting personal data and upholding human rights principles.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Boy Nurdin, Universitas Borobudur, Jakarta, Indonesia

Universitas Borobudur, Jakarta, Indonesia

References

Adhani, H. (2021). Mahkamah Konstitusi Indonesia di Era Digital: Upaya Menegakan Konstitusi, Keadilan Substantif dan Budaya Sadar Berkonstitusi. Jurnal Penegakan Hukum Dan Keadilan, 2(2), 130-146.

Aryanto, J. (2012). Pengawasan Hakim Agung Dan Hakim Konstitusi Oleh Komisi Yudisial. ADIL: Jurnal Hukum, 3(2), 283-312.

Asnawi, H. S. (2013). Membongkar Paradigma Positivisme Hukum dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia: Pemenuhan Hak Asasi Manusia dalam Negara Hukum. Supremasi Hukum: Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 2(2).

Borman, M. S. (2017). Independensi Kekuasaan Kehakiman dari Pengaruh Kekuasaan di Indonesia. Lex Journal: Kajian Hukum & Keadilan, 1(1).

Djafar, Z. S. (2016). Politik hukum menciptakan lembaga Peradilan yang independen, wibawa Dan akuntabel. Lex Privatum, 4(5).

Efendy, N., Hasan, A., & Umar, M. (2023). Membangun Hukum Yang Adil Dalam Bingkai Moralitas Pancasila. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 1(4), 656-678.

Enggarani, N. S. (2019). Independensi Peradilan Dan Negara Hukum. Law and Justice, 3(2), 82-90.

Fahmiron, F. (2016). Independensi Dan Akuntabilitas Hakim Dalam Penegakan Hukum Sebagai Wujud Independensi Dan Akuntabilitas Kekuasaan Kehakiman. Litigasi, 17(2), 3467-3515.

Faqih, M. (2020). Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi serta Eksistensi Mahkamah Agung di Indonesia. MIMBAR YUSTITIA: Jurnal Hukum dan Hak Asasi Manusia, 4(1), 28-39.

Handayani, S. A. (2020). Humaniora dan era disrupsi teknologi dalam konteks historis. UNEJ e-Proceeding, 19-30.

Idayanti, S., Haryadi, T., & Widyastuti, T. V. (2020). Penegakan supremasi hukum melalui implementasi nilai demokrasi. Diktum: Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 83-93.

Isnawan, F. (2018). Pandangan Yuridis Sosiologis Fenomena Street Justice Di Dalam Kehidupan Bermasyarakat. Jurnal Hukum Novelty, 9(1), 17-35.

Lutfia, V. (2021). Optimalisasi Penegakan Hukum Terhadap Penyelenggaraan Peradilan Melalui E-Court Dalam Mewujudkan Keadilan Bagi Masyarakat Di Era Digitalisasi. Lex Renaissance, 6(4), 677-691.

Margi, S., & Khazanah, M. (2019). Kedudukan Mahkamah Konstitusi Dalam Kelembagaan Negara. Jurnal Rechten: Riset Hukum Dan Hak Asasi Manusia, 1(3).

Multazam, M. T., & Widiarto, A. E. (2023). Digitalization of the Legal System: Opportunities and Challenges for Indonesia. Rechtsidee, 11(2), 10-21070.

Muslih, M. (2017). Negara Hukum Indonesia Dalam Perspektif Teori Hukum Gustav Radbruch (Tiga Nilai Dasar Hukum). Legalitas: Jurnal Hukum, 4(1), 130-152.

Nurohman, T. (2014). Dinamika Relasi Kelembagaan antara komisi yudisial dengan mahkamah agung dan mahkamah konstitusi dalam pengawasan hukum. Jurnal Ilmu Politik Dan Pemerintahan, 1(4), 476-495.

Nurohman, T. (2014). Dinamika Relasi Kelembagaan antara komisi yudisial dengan mahkamah agung dan mahkamah konstitusi dalam pengawasan hukum. Jurnal Ilmu Politik Dan Pemerintahan, 1(4), 476-495.

Purwatmini, N. (2019). Konstruksi Manajemen Perubahan Pada Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Administrasi Kantor, 7(1), 75-86.

Putri, F. R. A., Fitria, I., & Latifiani, D. (2020). Hambatan Pembuktian Dalam Pelaksanaan E-Litigasi Guna Mendukung Pembaruan Hukum Di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Hukum PRIORIS, 8(2), 152-177.

Rahmi, S. (2018). Kedudukan dan Fungsi Yudikatif sebagai Pemegang Kekuasaan Kehakiman dalam Sistem Negara Hukum di Indonesia. Islam Transformatif: Journal of Islamic Studies, 1(2), 121-140.

Simamora, J. (2014). Tafsir Makna Negara Hukum dalam Perspektif Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jurnal Dinamika Hukum, 14(3), 547-561.

Siregar, M. (2023). Kekuasaan Kehakiman: Hubungan Antara Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi dan Komisi Yudisial. Jurnal Fakta Hukum (JFH), 2(2), 107-128.

Soekanto, S. (2007). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat.

Supraptiningsih, U. (2007). Peradilan Satu Atap Sebagai Perwujudan Kekuasaan Kehakiman Yang Merdeka. Al-Ihkam: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 2(2), 291-310.

Suryadi S, A. (2020). Responsivitas Hukum Pidana Dalam Memasuki Era Revolusi Industri 4.0 (Four Point Zero) (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Sutatiek, S. (2013). Akuntabilitas Moral Hakim dalam Memeriksa, Mengadili, dan Memutus Perkara Agar Putusannya Berkualitas. Arena Hukum, 6(1), 1-21.

Tasidjawa, Y. (2015). Kajian Yuridis Tentang Kemandirian Kekuasaan Kehakiman Dalam Rangka Penegakan Hukum (Law Enforcement). Lex Administratum, 3(6).

Usman, A. H. (2015). Kesadaran hukum masyarakat dan pemerintah sebagai faktor tegaknya negara hukum di Indonesia. Jurnal Wawasan Yuridika, 30(1), 26-53.

Wibowo, A. (2023, November). Implementasi Penerapan E-Voting dalam Rangka Transformasi Digital pada Manajemen Pemilihan Umum di Indonesia. In Prosiding Seminar Nasional Program Doktor Ilmu Hukum (pp. 15-25).

Downloads

Published

2024-10-17