Government Policy Regulating Land Acquisition Through the Land Bank According to the Job Creation Law
DOI:
https://doi.org/10.31941/pj.v22i1.3308Abstract
The complexities of land concerns are a real issue that has yet to be handled. The fact that the amount of land available is fixed, while the desire for physical development grows in tandem with population growth, results in social conflicts that cannot be avoided. The battle of interest between the government, which requires land to build various infrastructures, and the people who wish to keep their rights to the property they own is one of the reasons for social conflict. As a result, it is required to reform land laws that direct the mechanism of integrated state land asset management that can simultaneously accommodate the needs of the government and the rights of community holders of land rights to achieve social justice for all Indonesians. Using the land bank concept as a way of integrated state land asset management may solve the development land dilemma. This study employs a normative legal approach and a descriptive qualitative analysis. In this study, it was revealed that the government's strategy on land purchase through the Land Acquisition Law could have been more effective in resolving land issues; hence, one land component was incorporated through the Job Creation Law via the Land BankDownloads
References
Al-Zahra, F. (2017). Melacak Landasan Hukum Pengelolaan Aset Tanah Negara melalui Konsep Bank Tanah. AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial, 12(2), 405-428.
Ansari, M. I. (2020). Omnibus Law Untuk Menata Regulasi Penanaman Modal. Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional, 9(1), 71.
Arnowo, H. (2021). Pengelolaan Aset Bank Tanah untuk Mewujudkan Ekonomi Berkeadilan. Jurnal Pertanahan, 11(1), 89-102.
Arnowo, H. (2022). Peran Bank Tanah Dalam Pengaturan Penyediaan Tanah. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(9), 3077-3088.
Arrizal, N., & Wulandari, S. (2021). Kajian Kritis Terhadap Eksistensi Bank Tanah Dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Keadilan, 18(2), 99-110.
Azharniyah, A., & Suhaimi, A. (2022). Keberadaan Bank Tanah Ditinjau Dari Asas Kemanfaatan Dan Politik Hukum Di Indonesia. Wasaka Hukum, 10(2), 20-33.
Candra, H., & Khaidir, A. (2020). Peluang dan Tantangan Bank Tanah Menuju Pemukiman Berwawasan Lingkungan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 5(2), 1-20.
Danendra, M. R., & Mujiburohman, D. A. (2022). Pembentukan Bank Tanah: Merencanakan ketersediaan tanah untuk percepatan pembangunan di Indonesia. Widya Bhumi, 2(1), 1-20.
Diantha, I. M. P. (2016). Metodologi penelitian hukum normatif dalam justifikasi teori hukum. Prenada Media.
Ganindha, R. (2016). Urgensi Pembentukan Kelembagaan Bank Tanah sebagai Solusi Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang Nirkonflik. Arena Hukum, 9(3), 442-462.
Helmi, A., & Satria, A. (2012). Strategi adaptasi nelayan terhadap perubahan ekologis. Makara Human Behavior Studies in Asia, 16(1), 68-78.
Lahilote, H. S., Irwansyah, I., & Bukido, R. (2021). Pengawasan terhadap Bank Tanah: Urgensi, Kewenangan, dan Mekanisme. Undang: Jurnal Hukum, 4(1), 191-211.
Law Number 2 of 2012 concerning Land Acquisition for Development in the Public Interest.
Law Number 20 of 1961 Concerning the Revocation of Land Rights and Objects.
Lestari, P. (2020). Pengadaan Tanah untuk Pembangunan demi Kepentingan Umum di Indonesia Berdasarkan Pancasila. SIGn Jurnal Hukum, 1(2), 71-86.
Lubis, A. S. (2019). Pelaksanaan Pembayaran Ganti Rugi Dalam Kegiatan Pengadaan Tanah Pembangunan Jalur Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta Terhadap Bidang Tanah Yang Tidak Memiliki Alas Hak. Doktrina: Journal Of Law, 2(1), 1-12.
Mochtar, H. (2013). Keberadaan bank tanah dalam pengadaan tanah untuk pembangunan. Jurnal Cakrawala Hukum, 18(2).
Nurdin, M. (2018). Akar Konflik Pertanahan di Indonesia. Jurnal Hukum Positum, 3(2), 126-141.
Pasandaran, J. B. (2021). Kajian Hukum Terhadap Hak Pengelolaan dalam Hukum Pertanahan Indonesia. Lex Administratum, 9(5).
Rejekiningsih, T. (2016). Asas fungsi sosial hak atas tanah pada negara hukum (suatu tinjauan dari teori, yuridis dan penerapannya di indonesia). Yustisia Jurnal Hukum, 5(2), 298-325.
Rojiun, M. A. (2022). Eksistensi Bank Tanah Dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Demi Pelaksanaan Pembangunan Kepentingan Umum. Jurnal Education and Development, 10(2), 738-748.
Santoso, U. (2016). Penyelesaian Sengketa Dalam Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum. Perspektif, 21(3), 188-198.
Soekanto, S. (2007). Penelitian hukum normatif: Suatu tinjauan singkat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Subekti, R. (2016). Kebijakan Pemberian Ganti Kerugian Dalam Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Yustisia Jurnal Hukum, 5(2), 376-394.
Sumardjono, M. S. (2008). Tanah dalam perspektif hak ekonomi, sosial, dan budaya. Penerbit Buku Kompas.
Sutedi, A. (2020). Implementasi prinsip kepentingan umum di dalam pengadaan tanah untuk pembangunan. Sinar Grafika (Bumi Aksara).
Syibly, M. R., & Ahsani, M. F. (2022). Pengadaan Tanah Dalam Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 2021 Menurut Perpektif Fikih Agraria. Al-Mawarid: JSYH, 4(1), 1-14.
Trisna, N., & Sandela, I. (2021). Eksistensi Bank Tanah dalam Hukum Agraria Di Indonesia. Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan, 5(1).
Ulya, Z. (2016). Espaktasi Pengelolaan Tanah Terlantar Oleh Baitul Mal Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. Jurnal Hukum & Pembangunan, 46(4), 504-520.
Wardhani, D. K. (2020). Disharmoni Antara Ruu Cipta Kerja Bab Pertanahan Dengan Prinsip-Prinsip UU Nomor 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 6(2), 440-455.
Winati, R., Hidayat, Y., & Lutfi, A. (2022). Eksistensi dan Prospek Penyelenggaraan Bank Tanah. Jurnal Magister Ilmu Hukum, 7(1), 25-40.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 erni Rohaini, Lina Jamilah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.















