Konservasi Tanah pada Tanaman Pisang di Lahan Berlereng untuk Pertanian Berkelanjutan: Kajian di Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan
Soil Conservation in Banana Cultivation on Sloping Land for Sustainable Agriculture: A Study in Tarabintang District, Humbang Hasundutan Regenc
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v22i2.8335Abstract
Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, terletak di lereng barat Pegunungan Bukit Barisan dengan topografi curam dan termasuk zona paling rawan longsor di kabupaten tersebut, sehingga erosi menjadi ancaman utama bagi keberlanjutan budi daya pisang di lahan kering berlereng. Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor-faktor penyebab erosi pada tanaman pisang di Tarabintang dan merumuskan arahan konservasi tanah yang sesuai dengan kondisi lahannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis berbasis data sekunder berupa dokumen tata ruang, rencana pembangunan kawasan, kajian komoditas unggulan, kajian kerawanan lahan, serta sintesis literatur dan meta-analisis konservasi tanah, yang dianalisis dengan kerangka faktor erosi USLE dan klasifikasi kemampuan lahan menurut kelas lereng. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor panjang dan kemiringan lereng (LS) tinggi, sehingga erosi aktual terutama ditentukan oleh pengelolaan tanaman (C) dan tindakan konservasi (P). Tanaman pisang rentan erosi pada fase awal tanam, saat penyiangan bersih, dan akibat tetesan tajuk, tetapi menghasilkan biomassa sisa panen yang besar untuk mulsa. Arahan konservasi yang dirumuskan adalah penanaman menurut kontur dan mulsa pada lereng 0–8%, guludan dengan strip rumput pada lereng 8–15%, teras gulud dan tanaman pagar legum pada lereng 15–25%, agroforestri pisang–kakao dengan teras individu pada lereng 25–40%, serta vegetasi permanen berbasis pohon pada lereng di atas 40%.
Kata kunci: agroforestri; erosi; konservasi tanah; lahan berlereng; pisang
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















