Karakteristik Ekoenzim Generasi Kedua (F2) dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Selada (Lactuca sativa L.) pada Hidroponik Sistem Sumbu

Characteristics of Second-Generation (F2) Eco-enzyme and Its Effect on the Growth of Lettuce (Lactuca sativa L.) in a Wick Hydroponic System

Authors

  • Najla Lubis Universitas Pembangunan Panca Budi
  • M. Wasito Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Reza Andry Prabowo Universitas Pembangunan Panca Budi

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v22i2.8333

Abstract

Ekoenzim berpotensi menjadi pupuk organik cair, namun kajian ekoenzim generasi kedua (F2) pada hidroponik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan kimia ekoenzim F2 (F2 EE) yang difermentasi lanjut dengan daun kelor dan kangkung serta menguji pengaruh konsentrasinya terhadap pertumbuhan selada (Lactuca sativa L.) pada hidroponik sistem sumbu. Ekoenzim F1 dibuat dari limbah kulit buah, gula merah, dan air (1:3:10) selama 100 hari, kemudian difermentasi lanjut selama 21 hari dengan daun kelor dan kangkung (1:5). Analisis meliputi pH, C-organik, N, P, K, Cu, Mn, dan Fe. Uji pertumbuhan menggunakan Rancangan Acak Lengkap satu faktor dengan tujuh taraf konsentrasi F2 EE (0; 0,5; 1; 1,5; 50; 100; dan 150 ml/L). Fermentasi lanjut meningkatkan N empat kali lipat (0,01 menjadi 0,04%), P, K, Mn, dan Fe sekitar dua hingga tiga kali lipat, serta menurunkan rasio C/N dari 88 menjadi 22,5. Konsentrasi F2 EE berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot segar per tanaman. Konsentrasi 1 ml/L memberikan hasil terbaik (12,27 cm; 11,33 helai; 70,43 g), sedangkan konsentrasi 50–150 ml/L menekan pertumbuhan secara progresif. Ekoenzim F2 berpotensi sebagai biostimulan pada dosis rendah, bukan sebagai pengganti larutan nutrisi hidroponik.

Kata kunci: biostimulan; daun kelor; ekoenzim F2; hidroponik sumbu; pupuk organik cair; selada

Downloads

Published

2026-10-31