Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dan Macam Klon pada Perlakuan Stek Tanaman Teh (Camellia sinensis L.)

Authors

  • Imam Sujarwadi PTPN IX Kebun Jolotigo Kabupaten Pekalongan
  • Ubad Badrudin Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v14i2.810

Abstract

Teh (Camellia sinensis L.) berasal dari daerah pegunungan Tibet dan Republik Rakyat Cina (RRC) Bagian Selatan, dibudidayakan di Indonesia sebagai tanaman industri. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT, macam klon dan interaksi pada stek tanaman teh. Penelitian dilaksanakan di Desa Jolotigo, Talun, Pekalongan, Jawa Tengah, ketinggian tempat 995 m dpl. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok secara faktorial. Faktor pertama konsentrasi ZPT Rootone F (0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm), Faktor kedua macam klon (Gambung 7, Gambung 11, TRI 2025). Variabel pengamatan meliputi saat muncul tunas, panjang tunas, jumlah daun, bobot brangkasan basah, luas daun terluas, jumlah akar, panjang akar terpanjang, bobot basah akar, bobot brangkasan kering, bobot kering akar. Analisis data dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ZPT Rootone F berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan, konsentrasi terbaik 1200 ppm. Macam klon berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan, klon terbaik Gambung 7. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara konsentrasi ZPT Rootone F dan macam klon terhadap variabel panjang tunas dan jumlah daun. Interaksi terbaik diperoleh pada konsentrasi ZPT Rootone F 1200 ppm dan macam klon Gambung 7. Kata kunci: konsentrasi ZPT, Rootone F, macam klon, stek

References

Budianta, E. 2013. Jasa Teh. Trubus. Edisi

-November/XLIV, Jakarta.

Gardner, F.P., R.B. Pearce, dan R.L.

Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman

Budidaya. (Terjemahan oleh Herawati

Susilo). UI Press, Jakarta.

Hakim, N., M. Yusuf, Nyakpa, Sutopo, G.,

A.M. Lubis, M. Rusdi, Amin, D., Go

Bang Hong dan H. Bailey. 2000.

Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas

Lampung, Lampung.

Harjadi, S.S. 2003. Pengatar Agronomi.

Gramedia, Jakarta.

, S.S. 2009. Zat Pengatur Tumbuhan.

Penebar Swadaya, Jakarta,

Jumin, H.B. 2001. Agronomi. Raja Grafindo

Persada, Jakarta.

Lakitan, B. 2000. Dasar-Dasar Fisiologi

Tumbuhan. PT RajaGrafindo Persada, Jakarta.

Oche, J. J., M, J. Soule, M. j. Dijkman dan

C. Wehlburg. 1961. Tropical and

Subtrpical Agriculture. The Macmillan

Company, New York. Vol II: 879.

Prasetio, A. 2011.Pengaruh Macam Stek

dan Kadar Zat Perangsang Akar Terhadap Pertumbuhan Awal Bibit Teh.

Skripsi. Fakultas Pertanian

Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

(Tidak dipublikasikan).

Syamsulbahri. 1996. Bercocok Tanam

Tanaman Perkebunan Tahunan.

Gajah Mada University Press,

Yogyakarta.

Tohari. 1993. Zat Pengatur Tumbuh.

Universitas Gadjah Mada,

Yogyakarta.

Wudianto, R. 2006. Membuat Setek,

Cangkok dan Okulasi. Penebar

Swadaya, Jakarta.

Published

2018-10-13