Peran Sistem Tumpangsari dalam Mendukung Climate-Smart Agriculture: Suatu Tinjauan Sistematis terhadap Produktivitas, Efisiensi Penggunaan Sumber Daya, dan Ketahanan Agroekosistem
The Role of Intercropping Systems in Supporting Climate-Smart Agriculture: A Systematic Review of Productivity, Resource Use Efficiency, and Agroecosystem Resilience
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v22i2.8019Abstract
Perubahan iklim global dan keterbatasan luas lahan pertanian menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan global dan nasional. Sistem pertanian Climate-Smart Agriculture (CSA) hadir sebagai solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan, memperkuat kapasitas adaptasi, sekaligus memitigasi emisi gas rumah kaca (GRK). Artikel ini bertujuan untuk mensintesis bukti ilmiah mengenai peran sistem tumpangsari (intercropping) sebagai bentuk nyata implementasi prinsip-prinsip CSA melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Hasil sintesis menunjukkan bahwa tumpangsari secara konsisten mampu menaikkan produktivitas lahan dengan nilai Land Equivalent Ratio (LER) > 1 dan peningkatan hasil total hingga 28% dibandingkan monokultur. Keunggulan ekologis ini didukung oleh prinsip komplementaritas ruang-waktu bawah dan atas permukaan, efisiensi penggunaan air (WUE) hingga 20%, penghematan pupuk nitrogen sebesar 31%, serta kemampuan menekan kerusakan akibat penyakit tular tanah hingga 55%. Dalam konteks mitigasi, tumpangsari berbasis legum efektif mereduksi emisi gas N2O antara 5,2% hingga 14,5% serta meningkatkan cadangan karbon organik tanah secara stabil melalui proses bio-littering. Kendati memiliki prospek cerah yang kini berkonvergensi dengan pertanian presisi, digital farming, dan prinsip regeneratif, adopsi di tingkat petani masih terhambat oleh kompleksitas manajemen agronomis, kompetisi antar-tanaman yang keliru, serta tingginya kebutuhan tenaga kerja manual. Lebih lanjut, penelitian di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa terbatasnya studi longitudinal (jangka panjang), minimnya database agroklimatologi spesifik lahan tropis, dan tidak tuntasnya kajian emisi GRK riil di lapangan. Oleh karena itu, transformasi kebijakan riset multi-tahun dan introduksi mekanisasi mikro berbasis teknologi cerdas menjadi kunci optimalisasi tumpangsari masa depan.
Kata Kunci: Climate-Smart Agriculture, Tumpangsari, Lahan Tropis, Emisi Gas Rumah Kaca, Pertanian Presisi.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















