Pemanfaatan Bawang Merah (Allium cepa L.) Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami terhadap Pertumbuhan Bud Chip Tebu pada Berbagai Tingkat Waktu Rendaman

Authors

  • Saktiyono Sigit Tri Pamungkas Politeknik LPP Yogyakarta
  • Rani Puspitasari Politeknik LPP Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v14i2.791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) alami terhadap pertumbuhan bud chip tebu (Saccharum officinarum L.). Bibit tebu yang digunakan adalah varietas BL (Bulu Lawang). Parameter pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), panjang akar terpanjang (cm), saat tumbuh tunas (hst) dan persentase bud chip yang tumbuh. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 3 kali ulangan sebagai blok, sehingga terdapat 15 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan terdapat 3 ulangan tanaman sampel, sehingga total terdapat 45 tanaman sampel. Perlakuan tersebut terdiri dari yaitu W0 (Kontrol/tanpa perendaman), W1 (lama perendaman 1 jam), W2 (lama perendaman 2 jam), W3 (lama perendaman 3 jam) dan W4 (lama perendaman 4 jam). Hasil data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisa ragam (anova) dengan signifikasi 95%, apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beda nyata terhadap parameter tinggi tanaman (cm) dan panjang akar terpanjang (cm) akibat perendaman ZPT. Berdasarkan hasil penelitian lama perendaman kisaran satu sampai tiga jam menunjukkan hasil yang baik pada setiap parameter, tetapi hasil yang paling baik yaitu lama perendaman satu jam (W1) karena memiliki nilai paling tinggi untuk parameter tinggi tanaman (cm) dan panjang akar terpanjang (cm).

Kata kunci: tebu, zat pengatur tumbuh, ekstrak bawang merah, bud chip

Author Biographies

Saktiyono Sigit Tri Pamungkas, Politeknik LPP Yogyakarta

Dosen Politeknik LPP Yogyakarta

Rani Puspitasari, Politeknik LPP Yogyakarta

Dosen Politeknik LPP Yogyakarta

References

Abidin, Z. 1993. Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Angkasa, Bandung.

Adelina, E. 2009. Pemotongan dan Pemberian Auksin Pada Kecambah Kakao. J. Agroland Vol. 11 No. 3 : 255260.

Darojat, M. K., R. S. Resmisari, dan A. Nasichuddin. 2015. Pengaruh konsentrasi dan lama perendaman ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap viabilitas benih kakao (Theobroma cacao L.). Jurnal Penelitian Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim. 7 hlm.

Dewi, I.R. 2008. Peranan dan Fungsi Fitohormon bagi Pertumbuhan Tanaman. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Padjadjaran, Bandung.

Dwijasaputro. 2004. Fisiologis Tumbuhan. Gadjah Mada Press, Yogyakarta.

Heddy, dan Zaenal Abidin. 1996. Biologi Jilid III. Erlangga, Jakarta.

Lawalata, Imelda Jeannete. 2011. Pemberian Beberapa Komninasi ZPT terhadap Regenerasi Tanaman Gloxinia (Siningia speciaso) dari Eksplan Batang dan Daun Secara In Vitro. Exp.Life Sci, 1(2):83-87.

Mulyono, D. 2010. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Auksin : Indole Butiric Acid (Iba) dan Sitokinin : Benzil Amino Purine (Bap) dan Kinetin Dalam Elongasi Pertunasan Gaharu (Aquilaria beccariana). Pusat Teknologi Produksi Pertanian-BPPT.

Nofrizal, M. 2007. Pemberian Ekstrak Bawang Merah, Liquinox Start, NAA, Rooton F Untuk Aklimatisasi Stek Mini Pule Pandak (Rauvolifia serpentine Benth) Hasil Kultur In Vitro. Skripsi. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Rahayu, E, dan Berlian, N. V. A. 1999. Bawang Merah. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rusmin, D. 2011. Pengaruh Pemberian GA Pada Berbagai Konsentrasi dan Lama Inbibisi. Jurnal.

Shiddiqi. U. A., Murniati, Sukemi. 2012. Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Bibit Stum Mata Tidur Tanaman Karet

(Hevea brasilliensis). Jurnal. Fakultas Pertanian Universitas Riau.

Rosanty, Ratna dan Erliandi. 2015. Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Lama Perendaman Auksin Terhadap Bibit Tebu Teknik Bud chip. Vol 3, No.1 : 378-389.

Salisbury, B. F. dan C. W. Ross. 1995. Fisiologi Tanaman Tebu. ITB, Bandung.

Siswanto, U. Purwanto dan Y. Widiyastuti. 2008. Respon Piper retrofraction Vahl. Terhadap Aplikasi Esktrak Bawang Merah dan Media. Tumbuhan Obat Indonesia, 1(1):1-10.

Wirartri, N. 2005. Pengaruh Cara Pemberian Rootone F dan Jenis Stek Terhadap Induksi Akar Stek Gmelina (Gmelina Arborea Linn). Institut Pertanian Bogor.

Anonim. 2014. Plant Hormones and Thiamine (Vitamin B1). http://www.quickgrow.com/gardening _articles/plant_hormones.html.

Published

2019-04-19