Analisis Pendapatan Petani Bawang Merah di Desa Pacciro Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone

Analysis of Shallot Farmers’ Income in Pacciro Village, Ajangale District, Bone Regency

Authors

  • Sulfa Universitas Muhammadiyah Bone
  • Andi Irga Satrawati Taslim Universitas Muhammadiyah Bone
  • Adam Rahman Suradi

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v22i2.7849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, pendapatan, dan kelayakan usahatani bawang merah di Desa Pacciro, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan petani dan data sekunder dari instansi terkait. Sampel penelitian sebanyak 36 petani yang ditentukan dengan metode purposive sampling.Analisis data meliputi analisis biaya produksi, penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha menggunakan R/C ratio dan B/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi didominasi oleh biaya variabel sebesar Rp 38.203.173 (92,73%), sedangkan biaya tetap sebesar Rp 2.995.286 (7,27%). Penerimaan petani sebesar Rp 89.070.000 dengan pendapatan bersih sebesar Rp 47.900.743 per musim tanam. Nilai R/C ratio sebesar 2,16 dan B/C ratio sebesar 1,16 menunjukkan bahwa usahatani bawang merah layak dan menguntungkan untuk diusahakan.

Kata kunci: Bawang Merah, Pendapatan, Struktur Biaya, Kelayakan Usahatani

Downloads

Published

2026-10-31