Nilai Kesetaraan Lahan dan Indeks Persaingan Tumpangsari Jagung dengan Kangkung pada Tanah Inceptisol

Land Equivalency Value and Competition Index of Corn and Water Spinach Intercropping on Inceptisol Soil

Authors

  • Kemala Sari Lubis Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara
  • Khoiriyah Khoiriyah Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v21i2.7455

Abstract

Tumpangsari merupakan program intensifikasi pertanian yang bertujuan memperoleh hasil optimal dan produksi maksimum. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sawit Rejo Deli Serdang yang bertujuan untuk menetapkan nilai kesetaraan lahan dan indeks persaingan tumpangsari jagung dengan kangkung di tanah Inceptisol. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial dengan empat (4) perlakuan (K1: monokultur jagung; K2: monokultur kangkung; K3: tumpangsari jagung dengan kangkung 1:1 dan K4: tumpangsari jagung dengan kangkung 1:2) dan lima (5) ulangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kesetaraan lahan pada tumpangsari jagung dengan kangkung 1:1 dan 1:2 masing-masing sebesar 2,98 dan 2,34 (> 1). Indeks persaingan tumpangsari 1:1 (K3) untuk jagung dan kangkung masing-masing sebesar 0,92 dan 2,06. Sedanglan indeks persaingan tumpangsari 1:2 (K4) untuk jagung dan kangkung masing-masing sebesar 0,90 dan 1,51. Sistem tumpangsari jagung dengan kangkung lebih menuntungkan dibandingkan sistem monokultur jagung atau kangkung. Jarak tanam yang lebih rapat (K3) tidak menimbulkan persaingan antara sesama jenis tanaman baik jagung maupun kangkung.

Kata kunci: Tumpangsari; Nilai kesetaraan lahan, Indeks persaingan

Downloads

Published

2025-12-15