Kandungan Metabolit Sekunder Limbah Plasenta Kakao (Theobroma cacao): Skrining Kualitatif Fitokimia untuk Pengembangan Herbisida Alami

Secondary Metabolite Content of Cocoa Placenta Waste (Theobroma cacao): Qualitative Phytochemical Screening for the Development of Natural Herbicides

Authors

  • Rizky Rahmadi Politeknik Negeri Lampung
  • Priyadi Priyadi Politeknik Negeri Lampung
  • Fajar Rochman Politeknik Negeri Lampung
  • Dulbari Dulbari Politeknik Negeri Lampung
  • Subarjo Subarjo Politeknik Negeri Lampung
  • Bagio Suasono Politeknik Negeri Lampung
  • Hidayat Pujisiswanto Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v21i2.7234

Abstract

Penggunaan herbisida sintetik secara masif telah menimbulkan resistensi gulma dan pencemaran lingkungan, hal ini mendorong pencarian metode pengendalian ramah lingkungan berbasis alelokimia tumbuhan. Limbah plasenta kakao, sebagai sumber daya melimpah yang belum dimanfaatkan, berpotensi sebagai sumber alelokimia yang dapat diekstraksi melalui fermentasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder alelokimia dalam filtrat limbah plasenta kakao yang difermentasi spontan, serta membandingkan profil fitokimianya berdasarkan durasi fermentasi 2 minggu dan 4 minggu. Metode penelitian melibatkan fermentasi spontan plasenta kakao segar yang dicampur akuades (1:1 b/v). Filtrat hasil fermentasi 2 minggu dan 4 minggu dianalisis sifat fisikokimianya (pH, Total Padatan Terlarut/TDS, dan rendemen) dan diskrining fitokimia kualitatif. Hasil fisikokimia menunjukkan seiring bertambahnya waktu fermentasi nilai pH menurun (4,28 menjadi 4,05) sementara TDS sedikit meningkat (3774 ppm menjadi 3840 ppm). Hasil skrining fitokimia menunjukkan golongan fenolik, tanin, alkaloid, dan steroid terdeteksi positif (+) pada kedua perlakuan. Perbedaan signifikan ditemukan pada flavonoid, yang terdeteksi positif (+) pada fermentasi 2 minggu namun negatif (-) pada fermentasi 4 minggu. Saponin secara konsisten terdeteksi negatif (-) pada kedua perlakuan. Kesimpulannya, durasi fermentasi merupakan faktor kritis yang memengaruhi profil metabolit sekunder, khususnya flavonoid yang diduga terdegradasi. Adanya beragam alelokimia mengonfirmasi bahwa filtrat limbah plasenta kakao terfermentasi berpotensi kuat untuk dikembangkan sebagai bahan baku herbisida alami.

Kata kunci: Alelokimia, Fermentasi Spontan, Herbisida Alami, Plasenta Kakao

Downloads

Published

2025-12-01