Observasi Daya Hasil Galur-Galur Padi Kandungan Zink Tinggi di Kabupaten Kebumen
Observation Of Yield Of Rice Strains High Zinc Content in Kebumen Regency
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v21i1.5855Abstract
Pembentukan varietas unggul padi sawah memiliki zink tinggi saat ini masih dilakukan secara konvensional yaitu dengan menyilangkan galur-galur padi yang memiliki zink tinggi. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keragaman agronomi, pertumbuhan serta daya hasil genotip beberapa galur padi kandungan Zn Tinggi. Penelitian ini dilakukan di Desa Jatimalang Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen pada bulan November 2021 sampai bulan Maret 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Augmented dengan 118 galur dan 6 varietas pembanding yaitu A (Inpari IR Nutri Zinc), B (Ciherang), C (Inpago 13 fortiz), D (Inpari 32 HDB), E (Inpari 47 WBC), F (Inpari 48 Blass), kemudian jika terdapat perlakuan yang berpengaruh nyata dilakukan analisis lanjut menggunakan DMRT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur dengan nomor 23 (32.4 ppm), 40 (33.3 ppm), 45 (33.2 ppm), 68 (32.2 ppm), 96 (33.2 ppm) direkomendasikan lanjut ke tahapan pengujian selanjutnya dikarenakan galur ini berbeda nyata lebih tinggi kandungan zincnya dari varietas pembanding terbaik Inpari IR Nutri Zinc (26.7 ppm).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















