Efektivitas Feromon Trap Pada Ketinggian yang Berbeda Terhadap Pengendalian Kumbang Tanduk (Orytes rhinoceros)
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v20i2.5091Abstract
Kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros L.) merupakan hama di kebun kelapa sawit, hama ini tergolong berbahaya karena dapat menyerang tanaman pada fase TBM terutama pada pucuk daun tombak, sehingga jika tidak dikendalikan maka pertumbuhan tanaman bisa terhambat serta tanaman bisa mati. Pada Afdeling II Kebun Adolina terdapat banyak serangan kumbang tanduk (Oryctes rhinoceros) yang mengakibatkan banyak pucuk daun pelepah yang patah di TBM 2. Penelitian ini bertujuan menguji efektifitas dari beberapa jenis ketinggian pada perangkap feromon dalam menangkap Oryctes rhinoceros. Penelitian ini dilakukan pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) 2 di Afdeling II Kebun Adolina PTPN IV. Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling II Kebun Adolina PTPN IV waktu penelitian selama 48 hari. Penelitian ini mengunakan metode analisa deskriptif kuantitatif yaitu pengumpulan data di lokasi penelitian. Pada penelitian ini penggunaan feromon trap menjadi 3 jenis ketinggian berbeda yaitu; 1 m, 2 m 3 m. Hasil penelitian ini menunjukkan perangkap dengan ketinggian 3 meter lebih efektif karena mampu menangkap kumbang tanduk lebih banyak dengan jumlah 119 ekor jika dibandingkan perangkap ketinggian 1 meter berjumlah 49 ekor dan 2 meter berjumlah 79 ekor. Dalam penelitian ini perangkap ketinggian 3 meter lebih efektif untuk merangkap kumbang tanduk lebih banyak dibandingkan dengan perangkap ketingian 1 atau 2 meter.
Kata kunci: Oryctes rhinoceros, Femononas, Efektivitas, Ketinggian, Kelapa Sawit.
References
Alouw, C. 2007. Feromon dan Pemanfaatannya Dalam Pengendalian Hama Kumbang Kelapa (Oryctes rhinoceros) (Caleoptera: Scrabaeidae). Buletin Palma, 32,12-21.
Ariska, E., Harahap, F. S., Dalimunthe, B. A., & Septyani, I. A. P. (2022). Pelatihan pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) untuk dijadikan pupuk organik di Desa Tebing Tinggi Pangkatan. E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 13(1), 201-208.
Faisal, 2017. Monitoring Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) Pada Tanaman Kelapa Sawit Belum Mengahasilkan di PT. Barito Putera Plantation. 2(August),17-25.
Ginting., Bobby Febrianto, E., & Pratama, A. 2022. Pengaruh Ketinggian Fruit-Trap pada Pengendalian Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) di Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq). Agriland Jurnal Ilmu Pertanian, 10(1), 64-67.
Hakim,2018. Kelapa Sawit Teknis Agronomis & Managemen, Jakarta: Media Perkebunan
Handoko, Hafiz Fauzana, A.S. 2017. Populasi dan Intensitas Serangan Hama Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros Linn.) Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Belum Menghasilkan.
Harahap, F. S., Purba, J., & Rauf, A. (2021). Hubungan curah hujan dengan pola ketersediaan air tanah terhadap produksi kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di dataran tinggi. Agrikultura, 32(1), 37.
Lestari, 2020. Pengaruh Ketinggian Perangkap Feromon Dalam Mengendalikan Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros L.) di Perkebunan PT. Herfinta. Jurnal Agroplasma, 7(2), 80-84.
Margolang, R.H. 2022. Agro Estate Jurnal Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet. Efektifitas Penggunaan Fruit Trap Berbahan Nanas dan Berbagai Warna Lampu Sebagai Perangkap Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros) Pada Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) 6(1).
Marias, 2017. Penggunaan Feromon dan Warna Perangkap Untuk Pengendalian Hama Kumbang. Agromast, 2(1).
Prok, T.P., Tairas, R.W., Kaligis, J.B., & Lengkong, E.F. 2020. Monitoring Hama Kumbang Badak (Oryctes rhinoceros L.) Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Menggunakan Feromon di Kecamatan Mapanget Kota Manado. Jurnal Agrica, 3(3), 1-8.
Walida, H., Harahap, F. S., Hasibuan, M., & Yanti, F. F. (2019). Isolasi dan identifikasi bakteri penghasil IAA dan pelarut fosfat dari rhizosfer tanaman kelapa sawit. BIOLINK (Jurnal Biologi Lingkungan Industri Kesehatan), 6(1), 1-7.
Widodo, A., Saleh, Parinduri, S., Perkebunan, B., & Perkebunan, S.A.2018. Pengaruh Ferrotrap Terhadap Jumlah Kumbang Tanduk (Oryctes rhinoceros Linneus.) Yang Tertangkap di Perkebunan Kelapa Sawit. Hasil Penelitian Jurnal Agro Estate, II(2), )0-4
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















