Tissue Culture Initiation Using Local Maize Explants from the Field
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v20i2.5019Abstract
Inisiasi kultur jaringan adalah salah satu metode bioteknologi yang bertujuan untuk menghasilkan tanaman baru menggunakan eksplan yang telah ada. Teknik kultur jaringan saat ini telah berkembang perannya sebagai tool untuk menghasilkan tanaman hasil pemuliaan modern seperti hasil rekayasa. Namun untuk dapat dimanfaatkan sebagai tool, penguasaan kultur jaringan di tahap awal (inisiasi) perlu dikuasai. Jagung lokal yang berasal dari lapangan merupakan salah satu eksplan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan inisiasi kultur jaringan. Hal ini menarik dilakukan karena jagung merupakan tanaman graminea yang paling rekalsitran terhadap kultur jaringan. Kegiatan dimulai dengan memilih varietas jagung lokal, menggunakan material genetik berupa benih tua (jagung pipilan) kemudian dilakukanlah optimasi proses sterilisasi. Teknik sterilisasi yang digunakan bersifat fast dan overnight. Benih yang telah steril ditumbuhkan pada media dasar. Selanjutnya untuk percobaan kultur jaringan, material genetik dibedakan atas bagian: buku utuh, buku dibelah dan ujung akar. Material eksplan diperoleh dari seedling yang tumbuh steril dan normal pada hasil percobaan sterilisasi. Eksplan yang diperoleh di tanam pada media NB, 1⁄2 MS, dan SH yang mengandung kombinasi zat pengatur tumbuh (ZPT) yaitu: label A) TDZ 0,75 mg/L (Thidiazuron) & BAP 0,25 mg/L (Benzyl amino purin), label B) dengan hormon NAA 0,5 mg/L (Naptalaneacetic acid) & BAP 1 mg/L (Benzyl amino purin), dan label C) dengan hormon 2,4-Dichlorophenoxy Acid 1 mg/L dan Kinetin 0,5 mg/L yang dilengkapi asam amino (proline, casein) sumber karbon (sukrosa), dan pemadat (phytagel). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa dengan sterilisasi cepat, pertumbuhan tanaman memiliki hasil perkembangan yang cepat yaitu tumbuh pada hari ke 10, namun memiliki tingkat kontaminasi yang tinggi. Sedangkan dengan sterilisasi overnight memiliki hasil perkembangan yang lambat yaitu tumbuh pada hari ke 16, namun memiliki tingkat kontaminasi yang rendah. Kombinasi ZPT dengan media yang paling cocok adalah media NB yang dikombinasikan dengan ZPT TDZ 0,75 mg/L dan BAP 0,25 mg/L, menghasilkan plantlet dari bagian buku, dan kalus dari bagian ujung akar, walaupun kalus yang di maksud masih kalus secara umum. Penyimpanan pada lingkungan gelap, memiliki persentase pertumbuhan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan perlakuan penyimpanan pada lingkungan terang. Dan hasil akhir juga menunjukan bahwa pada kondisi terang, tingkat dorman/ mati nya eksplan lebih tinggi.
References
Agriscience, C. (2019, November). Manfaat Bonggol Jagung. Retrieved From Https://Www.Corteva.Id/Berita/Manfa at-Bonggol-Jagung.Html
Aini, L. M. (2019). Penentuan Provinsi- Provinsi Terbaik Dalam Produksi Jagung Nasional Melalui Analisis Kuadran Atas Variable Produksi Dan Produktivitas Per Satuan Luas Lahan. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis ( JEPA ), 751-760.
Dinas Peternakan Jawa Timur (2011).Jagung dan Perannya Sebagai Bahan Baku Pakan Ternak Unggas.
Finariyah, F. (2015). Seleksi In Vitro Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Varietas Talango Dan Manding Terhadap Cekaman Salinitas . Tugas Akhir.
Habib, A. (2013). Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Jagung. Agrium.
Martyasari Rizky, C. I. (2023, November Jum'at). Peternakan Siap Siap, 20.000 Ton Jagung Impor Hari Ini Masuk RI.
Nur Fadila, T. (2016). Respon Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Verietas . Jurnal Sains Dan Seni Its , 2337- 3520.8
Nuridayanti, E. F. (2011). Uji Toksisitas Akut Ekstrak Air Rambut Jagung ( Zea Mays L.) Ditinjau Dari Nilai Ld50 Dan Pengaruhnya Terhadap Fungsi Hati Dan Ginjal Pada Mencit. Skripsi.
Pamungkas. (2023, May). Jagung Pakan Ternak: Jenis Dan Prospek Bisnisnya. Retrieved From Asterra Machine: Https://Www.Asterra.Id/Artikel/Jagun g-Pakan-Ternak-Jenis-Dan-Prospek- Bisnisnya/
Rahman Haerudin, S. (2016). Organogenesis Tanaman Jagung(Zea Mays L.) . Jurnal Universitas Cokroaminoto Palopo.
Rahman Hairudin, S. (2016). Organogenesis Tanaman Jagung(Zea Mays L.) Terhadap Berbagai Konsentrasi Naa Kinetin Dan Casein Hidrolisa Secara In-Vitro. Cokroaminoto Palopo University Journals, 1-16.
Rahman, Z. ,. (2022). Callus Induction Of Young Leaf Coconut Cv. MATAG With Combination Of 2,4- Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D), Α-Naphthalene Acetic Acid (NAA) And Benzyl Amino Purin (BAP), 1-2.
Rudi H. Paeru, S., & Trias Qurnia Dewi, S. (2017). Panduan Praktis Budidaya Jagung. Bogor: Penebar Swadaya.
Sari, A. M. (2023, Juni Kamis). Kultur Jaringan : Tahapan Dan Manfaatnya. Retrieved From Fakultas Pertanian UMSU: Https://Faperta.Umsu.Ac.Id/2023/06/ 29/Kultur-Jaringan-Tahapan-Dan- Manfaatnya/
Timur, D. P. (2011, Juni). Jagung Dan Perannya Sebagai Bahan Baku Pakan Ternak Unggas (Bag.1). Retrieved From Https://Disnak.Jatimprov.Go.Id/Web/ Posts/Read/392-Jagung-Dan- Perannya-Sebagai-Bahan-Baku- Pakan-Ternak-Unggas-Bag-1
Triatminingsih, A. S. (2014). Pembentukan Kalus Pada Kultur In Vitro Manggis (Garcinia. Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Pemuliaan Indonesia (PERIPI) Komda Riau, 136-139.
Widiastoety, D., S. Kartikaningrum, dan Purbadi (2005). Pengaruh Ph Media terhadap Pertumbuhan Plantlet Anggrek Dendrobium.
Ziraluo, Y. P. (2021). Metode Perbanyakan Tanaman Ubi Jalar Ungu (Ipomea Batatas. Jurnal Inovasi Penelitian, 1037.
Zumi Saidah, R. A. (2020, September). Kajian Peluang Usahatani Jagung Di Kabupaten Majalengka Dalam Mendukung Industri Pakan Ternak.
Zuraida Ab Rahman, S. K. (2022).
Callus Induction Of Young Leaf Coconut Cv. MATAG With Combination Of 2,4 Dichlorophenoxyacetic Acid (2,4-D), Α- Naphthalene Acetic Acid (NAA) And Benzyl Amino Purin (BAP). Advances In Bioscience And Biotechnology, 254- 263
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















