Aplikasi Interval Pupuk Organik Cair pada Variasi Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) di Dataran Rendah

Authors

  • Eka Adi Supriyanto Faculty of Agriculture, Pekalongan University
  • Heni Maulana Faculty of Agriculture, Pekalongan University
  • Ubad Badrudin Faculty of Agriculture, Pekalongan University

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v20i1.4627

Abstract

Tanaman buncis merupakan tanaman yang memiliki protein nabati yang murah dan mudah untuk dikembangkan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh interval dan konsentrasi pemberian POC urin kelinci serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman buncis. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan oktober-januari di Desa Cluwuk kec. Tulis kab. Batang dengan ketinggian tempat ± 10 mdpl. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok. Faktor pertama interval pemberian POC (1 Minggu Sekali/I1, 2 Minggu sekali/I2, 3 minggu sekali/I3), faktor kedua konsentrasi POC per liter (0 ml/P0, 10 ml/P1, 20 ml/P2, 30 ml/P3). Data dianalisi dengan uji F, apabila berbeda nyata antar perlakuan maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan Interval pemberian POC berbeda sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan kecuali variabel jumlah daun berbeda tidak nyata. Interval pemberian POC terbaik dua minggu sekali (I2).Perlakuan konsentrasi POC menunjukkan hasil berbeda sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan. Konsentrasi POC terbaik 10 ml/l (P1). Terdapat interaksi antara interval dan Konsentrasi POC Urin kelinci berbeda sangat nyata pada variabel jumlah polong per tanaman, luas daun, bobot polong per tanaman, bobot basah berangkas per tanaman, bobot kering tanaman, volume akar dan berbeda tidak nyata pada variabel lainnya. Interaksi terbaik diperoleh pada interval pemberian POC urine kelinci dua minggu sekali dengan Konsentrasi POC 10 ml/l.

 

Kata kunci: Tanaman Buncis,  Interval POC, Konsentrasi POC

References

Anonim. 2004. Pupuk Organik Cair, Aplikasi danManfaatnya. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Azis, A.H., M.Y. Surung., dan Buraerah. 2006. Produktivitas Tanaman Selada pada Berbagai Dosis Posidan HT. jurnal Agrisistem. 2:36-42

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2021. Tabel Dinamis Produksi Tanaman Sayuran Buncis(Ton).https://www.bps.go.id/subject/55/hortikultura.html#subjekViewTab 5.Tanggal Akses 18 Oktober 2021.

Balai Penelitian Ternak. 2005. Pupuk Organik Kelinci Super. Organik Indonesia.

Balittanah. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati (Organic Fertilizer AndBiofertilizer). Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor.

Hadisuwito,S.2007. Membuat Pupuk Kompos Cair. Jakarta : Agromedia Pustaka

Hanolo, W. 2012. Tanggapan Tanaman Selada dan Sawi terhadap dosis dan cara pemberian pupuk cair stimulant. Jurnal Agrotropika 1: 25 – 29.

Jumini, HAR, H., dan Armis. 2012. Pengaruh Interval Waktu Pemberia Pupuk Organik cair Enviro Terhadap Pertumbuhan dan Hasil dua Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.). Jurnal Floratek, Vol. 7, Hal : 133-140.

Kusumawati, D. 2021. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Oyong (Luffa Acutangula L.) Varietas Anggun F1.

Pasaribu, M. S., Barus, W. A., & Kurnianto, H. 2011. Pengaruh KonsentrasiI dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Nasa Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Agrium, Volume 17 No 1.

Parnata. 2010. Meningkatkan hasil panen dengan pupuk organik. Agro Media Pustaka. Jakarta.

Pitojo, S. 2004. Benih Buncis. Penerbit Kanisius.[PPVT] Pusat Perlindungan Varietas Tanaman. 2007. Panduan Pengujian Individual Kebaruan, Keunikan, Keseragaman dan Kestabilan.PVT/PPI/20/1.Yogyakarta.

Priyatna, N. 2011. Beternak dan Bisnis Kelinci Pedaging. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Polnaya, F dan Lesilolo, MK. 2012. Pengruh Konsentrasi Pupuk Green Tonik dan Waktu Pemberian Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.), Jurnal Budidaya Pertanian, vol. 8, no. 1, hal. 31-38

Rihana, S., Heddy, Y. B. S., dan Maghfoer, M. D., 2013. Growth and Yield Of Common Bean (Phaseolus vulgaris L.) on Various Goad Manure Dosage and Concentration of Plant Growth Regulators Dekamon. Jurnal Produksi Tanaman, 1(4), Hal : 369–377.

Rukmana, R., (2014), Sukses Budidaya Aneka Kacang Sayur di Pekarangan dan Perkebunan, Lily Publisher, Yogyakarta.

Sajimin, Y.C. Raharjo, N.D. Purwantari dan Lugiyo. 2003. Produksi Tanaman Pakan Ternak Diberi Pupuk Feses Kelinci. J Online Agroekoteknologi 2(3):156-161.

Sajimin, Y. C. Rahardjo dan N. D. Purwantari.2010. Potensi Kotoran Kelinci sebagai Pupuk Organik dan Pemanfaatannya pada TanamanPakan dan Sayuran. LokakaryaNasional Potensi dan Peluang Pengembangan Usaha Agribisnis Kelinci.Hal: 156 161.

Soraya, J. 2019. Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair Kotoran Ayam pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascolonium L. ).Skripsi. Universitas Borneo Tarakan. Tarakan. online diakses pada 13 November 2020.

Sutedjo, M. M. 1995. Pupuk dan pemupukan. CV. Simplex. Jakarta.

Walid, L. F., dan Susylowati. 2013. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (Poc) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kedelai (Glycine Max (L.) Merill). ZIRAA’AH, Volume 41 Nomor 1.

Downloads

Published

2024-04-25