Pemetaan Serangan Hama Penggerek Pucuk Tebu dengan Geostatistika

Authors

  • Dandi Rahmansyah Putra Universitas Pembangunan Veteran Jawa Timur
  • Hery Nirwanto Universitas Pembangunan Veteran Jawa Timur
  • Noni Ramadhini Universitas Pembangunan Veteran Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v20i1.4509

Abstract

Produktivitas tanaman tebu (Saccharum officinarum) dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah serangan hama penggerek pucuk yang disebabkan oleh (Scirpophaga excerptalis). Oleh sebab itu, perlu dilakukan upaya untuk menekan kerusakan tanaman melalui Pengendalian Hama Tanaman Terpadu sehingga membutuhkan informasi monitoring yang tepat. Pemetaan menggunakan Geostatistika pada beberapa tahun terakhir mendukung peningkatan akurasi dan efisiensi monitoring melalui aerial monitoring pada bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemetaan Geostatistika dalam mendeteksi gejala beserta pola serangan hama penggerep pucuk pada tanaman tebu melalui analisis ground monitoring lalu dipetakan, Penelitian ini dilaksanakan di kebun pertanaman tebu rakyat di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, Indonesia pada bulan Februari hingga Maret 2023. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode survey sesuai sasaran hama dengan menggunakan dua jenis pengamatan yaitu pengamatan secara konvensional (ground monitoring). Berdasarkan analisis data dengan membandingkan pemetaan dilapang dengan hasil pemetaan digital yang diolah dengan pendekatan geostatistik, didapatkan bahwa pemetaan secara geostatistik berpotensi untuk mendeteksi gejala dan pola sebaran hama penggerek pucuk. Hasil pengamatan selama 6 minggu menunjukkan pola sebaran terjadi secara mengelompok dibagian barat laut serta bagian timur.

Kata kunci: geostatistika, kriging, penggerek pucuk,tebu,variogram

References

Annan, E., Aidoo, A., Ejeh, C., Emmanuel, A., & Ocran, D. (2019). Mapping of porosity, permeability and thickness distribution: application of geostatistical modeling for the jubilee oilfield in Ghana.Geosciences, 2019(2), 27–49. https://doi.org/10.5923/j.geo.20190902. 01

De Carvalho Alves, M., & Pozza, E. A. (2010). Indicator kriging modeling epidemiology of common bean anthracnose. Applied Geomatics, 2(2), 65–72. https://doi.org/10.1007/s12518-010- 0021-1

Fauzi, I. (2019). Analisis geostatistik dalam menentukan keseragaman nilai kepadatan tanah analisis geostatistik dalam menentukan keseragaman nilai kepadatan tanah dasar. Jurnal Teknik Sipil ITB, 25(3), 195–202.

https://doi.org/10.5614/jts.2018.25.3.4

Guedes, L. P. C., Bach, R. T., Uribe-opazo, M.

A., & Estimation, S. (2020). Nugget effect influence on spatial variability of agricultural data. Engenharia Agrícola, 4430, 96–104. https://doi.org/Doi: http://dx.doi.org/10.1590/1809-4430- Eng.Agric.v40n1p96-104/2020

Guskarnali. (2016). Metode point kriging untuk estimasi sumberdaya bijih besi (Fe) menggunakan data assay (3D) pada Daerah Tanjung

Indrawan, A. D., Radiyanto, I., Nirwanto, H., dan Wuryantini, S. (2020). Geospatial Study on the Existence of Citrus Pest Myllocerus sp. (Coleoptera: Curculionidae) in Dau Subdistrict, Malang District. International Conference on Agriculture, 210-218. Retrieved from http://ica.upnjatim.ac.id/index.php/ica/a rticle/view/56.

Lamichhane, J. R., Fabi, A., Ridolfi, R., & Varvaro, L. (2013). Epidemiological study of hazelnut bacterial blight in Central Italy by using laboratory analysis and geostatistics. PLoS ONE, 8(2), 1–

https://doi.org/10.1371/journal.pone.005 6298.

Meidalima, D., Herlinda, S., Pujiastuti, Y., Irsan, C., & Khodijah, N. N. (2013). Serangga-serangga hama penting dan serangannya di tanaman tebu PTPN VII, Cinta Manis Sumatera Selatan. Jurnal Hama Dan Penyakit Tanaman Tropika.[In Press].

Seidel, E. J., & de Oliveira, M. S. (2016). A classification for a geostatistical index of spatial dependence. Revista Brasileira de Ciencia Do Solo, 40, 1–10. https://doi.org/10.1590/18069657rbcs20 160007.

Downloads

Published

2024-04-25