Peningkatan Mutu Bunga dan Produksi Tanaman Sedap Malam (Polianthes tuberosa) dengan Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskular dan Beberapa Dosis Pupuk Nitrigen dan Fosfor
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v20i1.4248Abstract
Sedap malam (Polianthes tuberose L.) adalah salah satu tanaman hias yang banyak disukai masyarakat.Sedap malam selain digunakan sebagai bunga potong, juga banyak dimanfaatkan sebagai bunga tabur dan bahan baku industry, minyak atsiri yang berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi fungi mikoriza dan pemberian beberapa dosis pupuk nitrogen dan fosfor terhadap peningkatan mutu bunga dan produksi sedap malam. Percobaan ini dilakukan pada bulan Februari - Juli 2022, yang bertempat di Desa Nyiur Lembang Kecamatana Narmada Kabupaten Lombok Barat. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu rancangan Split Split Plot yang menggunakan tiga factor perlakuan yaitu factor pupuk hayati mikoriza (M0: tanpa mikoriza; M1: dengan mikoriza) sebagai petak utama, faktor dosis pupuk N (N1: 5 g/tan; N2: 10 g/tan), dan faktor dosis pupuk P (P1: 4 g/tan dan P2: 6 g/tan ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel tinggi tanaman didapatkan nilai tertinggi pada perlakuan M1 dengan nilai 55,75 dan disusul dengan perlakuan M0 dengan nilai 50,3. Pada variabel jumlah tanaman didapatkan nilai tertinggi pada perlakuan M1 dengan nilai 32,75 disusul oleh M0 dengan nilai 26. Pada variabel jumlah anakan didapatkan nilai tertinggi pada perlakuan M1 dengan nilai 2,16 disusul oleh perlakuan M0 dengan nilai 2. Dari hasil percobaan didapatkan bahwa adanya interaksi antara P dan Mikoriza dalam mempengaruhi variabel jumlah anakan, serta perlakuan P berpengaruh nyata terhadap pembentukan daun dan perlakuan N berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah anakan.
Keywords : Sedap malam, mikoriza, nitrogen dan fosfor.
References
Backer, C.A. 1998. Flora of Java.
Groningrn. Netherlands.
Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jendral Hortikultura. 2014. Statistik Produksi Hortikultura.
Husna. 2015. Pertumbuhan Bibit Kayu Kuku (Pericopsis Mooniana THW) melalui Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Dan Ampas Sagu Pada Media Tanam Bekas TambangNikel. Universitas Haluoleo. Kendari.
Laturnus. 2017. Efektivitas Fungi Mikoriza Arbudkula (FMA) Serta Pupuk Nitrogen dan Fosfat Terhadap Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephallus cadamba Roxb.). Program studi Silvikultur Tropika. Dapartement Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB.
Puspita, T.A. dkk. 2017. Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk NPK dan Pupuk PelengkapnTerhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sedap Malam (Polianthe tuberose L.). Fakultas Pertanian. Universitas Lampung.
Prayudyaningsih & Sari. 2016. Aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Dan Kompos Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Semai Jati (Tectona grandis Linn.f.) Pada Media Tanah Bekas Tambang Kapur. Balai Kehutanan Makassar.
Wasito A. dan A. Supriyadi. 1196. Pengaruh kombinasi jenis pupuk anirganik dan pupuk organok terhadap pertumbuhan dan hasil bunga sedap malam. Balai penelitian tanaman hias
Yu-Pei, Chang. 1998. Daylenght affects protein pattern and flowering in tuberose (polianthes tuberose L.). Bot. bull. Acad. Sin. 39:199-203.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















