Pengaruh Konsentrasi dan Interval Aplikasi Bacillus subtilis Sebagai Pengendali Penyakit Layu Pada Tanaman Tomat (Lycopersium esculentum)

Authors

  • Diah Ayu Ningsih Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan
  • Syakiroh Jazilah Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan
  • Ubad Badrudin Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.4036

Abstract

Tanaman tomat merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penelitian bertujuan mengetahui konsentrasi optimum, interval aplikasi Bacillus subtilis yang tepat, dan interaksi antara konsentrasi dan interval aplikasi Bacillus subtilis sebagai pengendali penyakit layu pada tanaman tomat, telah dilakukan di Desa Panjunan, Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang pada bulan Januari sampai Maret 2023. Rancangan percobaan yang digunakan split plot. Faktor pertama adalah konsentrasi Bacillus subtilis sebagai main plot yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ml/l, 5 ml/l, 10 ml/l, dan 15 ml/l, faktor kedua adalah interval aplikasi Bacillus subtilis sebagai sub plot yang terdiri dari 3 taraf yaitu 1, 2, dan 3 minggu sekali, percobaan dilakukan 3 ulangan. Data dianalisis dengan Uji F apabila terdapat beda nyata, maka dilakukan uji lanjut dengan uji BNT 5%. Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot perbuah, bobot basah tanaman, bobot segar akar, panjang akar terpanjang, dan intensitas serangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Bacillus subtilis berbeda nyata pada variabel jumlah daun, sedangkan pada variabel lain berbeda tidak nyata. Hasil terbaik pada konsentrasi 15 ml/l air. Interval aplikasi Bacillus subtilis berbeda tidak nyata pada semua variabel. Tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan interval aplikasi Bacillus subtilis pada semua variabel. Kata kunci: Tanaman Tomat, Konsentrasi Bacillus

subtilis, Interval Bacillus subtilis

References

Adinurani, P. G., Sri Rahayu., Nurul, F. Z. 2020. Aplikasi Bacillus subtilis Pada Beberapa Bahan Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). AGRI-TEK: Jurnal Ilmu Pertanian, Kehutanan, dan Agroteknologi. 1(21): 14-29.

Ahemad, M., M. Kibret. 2014. Mechanisms and applications of plant growth promoting rhizobacteria: Current perspective. J. King Saud Univ – Sci. 26:1-20.

Ambarwati, E., G. A., P. Maya. S. Trisnowati, dan R. H. Murti. 2012. Mutu Buah Tomat Dua Galur Harapan Keturunan ‘GM3’ dengan ‘Gondol Putih’. Prosiding Seminar Nasional Hasil Pertanian : 273-282.

Asroh, A. 2010. Pengaruh Takaran Pupuk Kandang dan Interval Pemberian Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccharata Linn). J. Agronomi. 2(4): 144-148.

A`yun., Kamila Qurota., Hadiastono., Tutung., Martosudiro., Mintarto., 2013. Pengaruh Penggunaan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Intensitas TMV (Tobacco

Mosaic Virus), Pertumbuhan, dan Produksi Pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Jurnal HPT. 1(1) : 47-56.

Badan Pusat Statistik. 2020. Produksi Tanaman Hortikultura. Badan Pusat Statistik Direktorat Jendral Hortikultura. Jakarta, Indonesia.

Berger, F., Li Hong, D. White, R. Frazer, and

C. Leifert. 1996. Effect of pathogen inoculum, antagonist density and plant species on biological control of Phytopthora and Phytium daumping of by Bacillus subtilis Cot

in high humidity fogging glasshouses. Phytopathology 86: 428-433.

Cummings, S.P. 2009. The application of plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) in low input and organic cultivation of graminaceous crops: potential and problems. Environ. Biotechnol. 5:43-50.

Djaenuddin, N., Nurnina, N., Amran, M. 2017. Efektivitas Formula Bacillus subtilis TM4 untuk Pengendalian Penyakit Pada Tanaman Jagung. Balai Penelitian Tanaman Serelia. 4 (13):

-118.

Ghasemi, S., Gholamreza, A., Nadali, J., Heshmatollah, R., Soheila, G., Ali, D., & Parvin, S. 2010. Antifungal Chitinases From Bacillus pumilus SG2: Preliminary Report. World Journal of Microbiology & Biotechnology. 26(8): 1437-1443.

Hansen, H. and K. Grossman. 2000. Auxin- induced ethylene triggers abscisic acid biosynthesis and growth inhibitation. Plant Physiology 124: 1437-1448.

Istiqomah dan DE Kusumawati. 2018. Pemanfaatan Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens Dalam Pengendalian Hayati Ralstonia

solanacearum Penyebab Penyakit Layu Bakteri Pada Tomat. Jurnal Agro. 5 (1): 1-12.

Khaeruni, A dan Gusnawaty, HS. 2012. Penggunaan Bacillus sp. sebagai Agens Biokontrol untuk Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Cabai. Jurnal Agroteknos. 2(3): 182-189.

Marpaung, W.N., F. Puspita dan M. Ali. 2018. Uji Beberapa Formulasi Pupuk Hayati Berbahan Aktif Bakteri Bacillus sp. Endofit pada Tanaman Tomat (Lycopersium esculentum Mill). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian. 5(1): 1-15.

Mugiastuti, E., A, Manan., R.F, Rahayuniati., L, Soesanto. 2019. Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Jawa Tengah. Jurnal Agro. 6(2): 144-152.

Munawar, A. 2011. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Bogor: IPB Press.

Nusyirwan., R, A, Syahadah. 2020. Pengaruh Bakteri Endofit Bacillus subtilis dalam Upaya Meningkatkan Hasil Pertumbuhan dan Produksi pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.). Jurnal Biosains Vol.6 No.2, Agustus 2020 ISSN: 2460-

Prihatiningsih, N., Djatmiko, A.H., dan Lestari,

P. 2017. Aktivitas Siderofor Bacillus subtilis sebagai Pemacu Pertumbuhan dan Pengendali Patogen Tanaman Terung. Jurnal HPT Tropika. 17(2): 170-178.

Wartono, Giyanto, dan Mutaqin KH. 2014. Efektivitas Formulasi Spora Bacillus subtilis B12 Sebagai Agen Pengendali Hayati Penyakit Hawar Daun Bakteri Pada Tanaman Padi. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 34 (1): 21-28.

Downloads

Published

2023-10-29