Pengaruh Ekstrak Selasih dan Ketinggian Perangkap dalam Memonitoring Lalat Buah Jantan di Kebun Mangga Pasuruan

Authors

  • Dandy Prasetyo Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran
  • Noni Rahmadhini Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran
  • Hery Nirwanto Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v20i2.3884

Abstract

Potensi dan peluang pasar komoditas hortikultura khususnya buah-buahan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat terhadap buah-buahan yang bermutu tinggi. Nilai mutu buah dapat dilihat dari dua hal yaitu kualitas dan kuantitas. Kendala dalam meningkatkan nilai mutu buah adalah serangan hama contohnya lalat buah. Salah satu tanaman inang yang diserang oleh lalat buah adalah tanaman mangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis lalat buah dan pengaruh ekstrak selasih sebagai atraktan terhadap dinamika populasi lalat buah di Kebun Mangga Pasuruan. Penelitian ini dilakukan di Kebun Mangga Pasuruan pada bulan Juni-Juli 2023 dengan memasang perangkap menggunakan atraktan ekstrak selasih dengan dosis 2,5 ml dan 5 ml serta petrogenol 0,125 ml dan penempatan perangkap pada ketinggian 1 m, 1,5 m, 2 m, kemudian mengambil beberapa lalat buah untuk dilakukan identifikasi dengan mencari kecocokan ciri morfologi lalat buah meliputi garis pada abdomen dan pola pita venasi sayap yang mengacu pada kunci dikotonomi manual. Hasil penelitian menunjukkan berhasil menekan populasi lalat buah dan terdapat dua spesies lalat buah yang menyerang mangga di Kebun Mangga Pasuruan yaitu Bactrocera dorsalis dan spesies hibrida dan ekstrak selasih berpengaruh untuk mendatangkan lalat buah namun tidak efektif. Hasil tangkapan lalat buah terbanyak penempatan perangkap pada ketinggian 1-1,5 m.

References

Elbina, T, and K Ohto. (2006). Morphological characters PCR-RFLP marker in the interspesific hybrids between Bactrocera carambolae and Bactrocera Papaya. and Bactrocera dorsalis species complex (Diptera: Tephritidae). Res. Bull. PI. Prot. Japan, 42:23-34.

Fatimah, S. 2001. Pengaruh pemberian methyl eugenol terhadap daya memikat hama lalat buah (Dacus dorsalis hend.) tanaman cabai (capsicum annum L.). (Skripsi). Universitas Jember.

Hasyim, A., & de Kogel, W. J. 2006. Efektivitas model dan ketinggian perangkap dalam menangkap hama lalat buah jantan, bactrocera spp. Jurnal Hortikultura, 16(4).

Kardinan, A. (2019). Prospek insektisida nabati berbahan aktif metil eugenol (C12H24O2) sebagai pengendali hama lalat buah Bactrocera spp. (Diptera: Tephritidae) prospect of methyl eugenol (C12H24O2) as active ingredient of botanical insecticide for fruit flies control Bactrocera spp. Perspektif, 18(1), 16-27.

Kardinan, A., Bintoro, M. H., Syakir, M., & Amin, A. A. (2009). Penggunaan selasih dalam pengendalian hama lalat buah pada mangga. Jurnal Penelitian Tanaman Industri, 15(3), 101-109.

Landolt PJ, Qulici S. (1996). Overview of research on the behavior of fruit flies in fruit fy pest a word assessment of their biology and management. St. Lucie Press. Florida.

Laskar, N., & Chatterjee, H. I. R. A. K. (2010). The effect of meteorological factors on the population dynamics of melon fly, Bactrocera cucurbitae (Coq.) (Diptera: Tephritidae) in the foot hills of Himalaya. Journal of Applied Sciences and Environmental Management, 14(3).

Marto, M., Sutikno, A., & Salbiah, D. (2015). Pengaruh Ketinggian Perangkap Hama Lalat Buah (Bactrocera SP.) pada Tanaman Jambu Biji (Psidium Guajava L.) (Doctoral dissertation, Riau University). Jurnal Online Mahasiswa Faperta 2(2).

McQuate, G. T., Keum, Y. S., Sylva, C. D., Li, Q. X., & Jang, E. B. (2004). Active ingredients in cade oil that synergize attractiveness of α-ionol to male Bactrocera latifrons (Diptera: Tephritidae). Journal of Economic Entomology, 97(3), 862-870.

Patty, J. A. (2012). Efektivitas metil eugenol terhadap penangkapan lalat buah (Bactrocera dorsalis) pada pertanaman cabai. Agrologia, 1(1).

Pramudi, MI, RD Puspitarini, dan B Raharjo. (2013). Keanekaragaman dan kekerabatan lalat buah (Diptera: Tephritidae) di Kalimantan Selatan berdasarkan karakter morfologi dan molekuler (RAPD). Jurnal HPT Tropika, (13): 191-202.

Siwi, Sri S, Purnama H, & Suputa. (2006). Taksonomi dan Bioekologi Lalat Buah Penting di Indonesia (Diptera: Tephritidae). Fakultas Pertanian UGM.

Downloads

Published

2024-11-30