Potensi Kerusakan Tanaman Naga akibat Serangan Penyakit di UPTD BBHTPP DISTANBUN Aceh
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.3599Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi kerusakan tanaman naga akibat serangan penyakit. Penelitian dilakukan di UPTD BBHTPP DISTANBUN ACEH, Lembah seulawah Aceh besar. Penelitian dimulai bulan Febuari hingga bulan Mei 2022. Metode yang digunakan adalah purposive sampling dilakukan secara sengaja pada tanaman yang tampak memiliki ciri-ciri yang sesuai untuk keperluan analisis dengan menetapkan beberapa sampel pada areal tanaman buah naga yang dilaksanakan sebanyak 5 blok. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kejadian penyakit busuk batang pada tanaman buah naga tertinggi yaitu 79.16% dan yang terendah 20,83% sedangkan keparahan penyakit yang tertinggi yaitu 30,00%. yang terendah 5.00%. Kejadian penyakit kanker batang pada tanaman naga tertinggi yaitu 58,33% dan yang terendah 0% sedangkan keparahan penyakit yang tertinggi yaitu 20,00% dan yang rendah 0%.
Kata kunci : Busuk Batang, Kanker Batang, Buah Naga
References
Barthana, D., Nasril, N., dan Jumjunidang 2013. Deskripsi Gejala dan Tingkat Serangan Penyakit Bususk Kuning pada Batang Tanaman Buah Naga Merah (Hylocecerus polyrhizus L.) di Pariaman Sumatera Barat.Jurnal Biologi Universitas Andalas, Vol. 2, No. 3, 222-228.
Freitas et al. 2011. Intensitas Penyakit Busuk Batang Pada Tanaman Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Di Kecamatan Samboja. Jurnal Agroteknologi Tropika Lembab, 1(1) : 53-60.
Haloho, A.I. 2017. Karakterisasi Penyakit Busuk Batang Lunak Pada Tanaman Buah Naga (Hylocereus sp.) dan Pengendaliannya Dengan Ekstrak Biji Bintaro (Cerbera manghas L.). Fakultas Pertanian. Universitas Brahwijaya, Malang.
Hardjadinata, S. 2010. Budidaya Buah Naga Super Red Secara Organik. Bogor: Penebar Swadaya.
Helvetia, R., Nasir, N., & Jumjunidang. 2013. Gejala dan Tingkat Serangan Penyakit Busuk Hitam Pada Batang Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus, L) di Padang Pariaman, Sumatera Utara.Jurnal Biologi. Universitas Andalas, 2(3) : 214-221.
Heviyanti et al., 2021. Inventarisasi Jamur Patogen Tanaman Buah Naga (Hylocereus undatus) di PT. Nusantara Tropical Farm (NTF) Lampung Timur. Jurnal Agrotek Tropika. 8 (3): 563–573.
Idawati, 2013. Budidaya Buah Naga Hitam Varietas Baru yang Kian Diburu. Pustaka Baru Press. Yogyakarta. 122 hal.
Juherman, 2017 dan Room, 2021. Mari Berbisnis Buah Naga Super Red (Hylocereus undatus). Widyaiswara PPPPTK Pertanian. Dapat diakses pada: http://p4tkpertanian.kemdikbud.go.id/v1/index.php?page=informasi&id=119
Mohammed et al., 1999. Identifikasi Penyakit yang Disebabkan oleh Jamur dan Intensitas Seranganya pada Tanaman Cabai (Capsicum annum L.) di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Riau. Riau University. Riau.
Muzalifah, dkk. 2021.kejadian dan keparahan penyakit busuk batang (Erwin ia sp.) pada tanaman buah naga (Hylocereus costaricensis) di Lembah Seulawah, Aceh besar.
Octaviani, 2012. Dasar-dasar Perlindungan Tanaman. Penerbit Triganda Karya. Bandung.
Riska et al., 2016. Flowering and Fruiting Phenology, Pollination Vector and Breeding System of Dragon Fruit (Hylocereus spp.). Sri Lankan J. Agric. Sci. 42: 81–91
Sulistiami, A. 2012. Pertumbuhan organ tanaman buah naga (Hylocerus undatus) pada medium MS dengan penambahan BAP dan sukrosa. Jurnal Natural Science. Vol.1(1): 27–33.
Suryaningrum, 2016. Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura di Indonesia. Gajah Mada University Press. Yogyakart
Tadimalla, 2022. Health benefits of dragon fruit and how to eat it. Retrieved from https://www.stylecraze.com/articles/amazi ng-benefits-of-dragon-fruit
Wibowo, A. Widiastuti, A., & Agustina, W. 2011. Penyakit Penyakit Penting Buah Naga di Tiga Sentra Pertanaman di Jawa Tengah. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, vol 17 no 2, 2011: 66-72 Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















