Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Limbah Kulit Kopi dan Air Cucian Gabah Kopi terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Kopi (Coffea arabica L.)
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.3592Abstract
Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit tanaman kopi, maka perlu memanfaatkan penggunaan pupuk organik limbah kulit kopi dan air cucian gabah kopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik limbah kulit kopi dan air cucian gabah kopi terhadap pertumbuhan bibit tanaman kopi. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – Mei 2022 di Desa Bebesen, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor pertama adalah limbah kulit kopi yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu, K0= kontrol, K1= 50 g, K2= 100 g, K3= 150 g dan faktor kedua adalah air cucian gabah kopi terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu, C1= 100 ml, C2= 150 ml, C3= 200 ml. Hasil penenlitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik limbah kopi berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman pada umur 2 dan 4 MST dan berpengaruh sangat nyata pada umur 6, 8, 10 dan 12 MST. Sedangkan air cucian gabah kopi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah daun pada umur 2 MST. Perlakuan air cucian gabah kopi dengan perlakuan dosis sebanyak 200 ml merupakan perlakuan terbaik.
References
Adnan, (2014). “Pengaruh Kompos Kulit Kopi dan Interval Aplikasi Pupuk Bio Cair (Herbafarm) Tehadap Hasil Jagung Manis (Zea mays sacchrata sturt”). Jurnal Agriculture Vol. X No. 2. Hal : 26.
Ai, N. S, & Banyo, Y. (2011). Konsentrasi klorofil daun sebagai indikator kekurangan air pada tanaman. J Ilmiah Sains 11(2), 166-171.
Badan Pusat Statistik. 2011. Kabupaten Gayo Lues Dalam Angka 2011. Badan Statistik. Gayo Lues.
Cybex Pertanian. 2019. Manfaat Ampas Kopi. Tersedia pada : http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/85738/Manfaat-Ampas-Kopi. Diakses 09 Juni 2023.
Ditjenbun (2006). Pedoman pemanfaatan limbah dari pembukaan lahan. DirektoratJenderal Perkebunan.Departemen Pertanian.
Fadli, Z., Parwinto., dan Eny R.T. 2021. “Respon pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (glycine max (L.) Merill) dengan pemberian berbagai jenis pupuk organic cair dan limbah kulit kopi”. Jurnal Pucuk. Vol x, No,x, Januari-Juni 2021.
Fanindi, A., Prawiradiputra, B., & R., Abdullah, L. (2010). Pengaruh intensitas cahaya terhadap produksi hijauan dan benih kalopo (Calopogonium mucunoides). JITV15(3), 205-214.
Fauzan. (2003). Penggunaan Kompos Kulit Kopi Untuk Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabika var kartika 2) di Polybag, Fakultas Pertanian Universitas Jambi, Jambi
Fauzi Y., Y.E., Widiastuti, I. Satyawibawa, dan R. Hartono. 2002. Tanaman perkebunan. Edisi revisi. Penebar Swadaya. Depok.
Hartati, Ratna. (2012). Pengaruh Frekuensi Dan Cara Pemberian Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Caisim (Brassica Chinensis L. ) Varietas Tosokan. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Indralaya.
Lakitan Benyamin, 2013. Dasar- Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Rajawali Pers.
Lingga P. Marsono. 2013. Petunjuk pengunaan pupuk. Penebar swadaya. Jakarta. 250 Hal.
Manan, A. A., & Al Mahfudz, W. D. P. (2015). Pengaruh volume air dan pola vertikultur terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau (Brassicae juncea L.). J Agroteknologi 12(1), 33-43.
Mellawati J. 2002. Reduksi Biologi dari Limbah Pabrik Kopi Menggunakan Cacing Tanah Eisenia Foetida. Buletin Kimia. 2:28-34.
Misbahulzanah, E. H., Sriyanto, W., & Jaka, W. (2014). Kajian sifat Fisiologis Kultivar Kedelai (Glycine max (L) Merr) dan ketergantungannya terhadap mikoriza. J Vegetalika 3(1),45-52.
Muasyaroh S., Baskara, M., & Sugito, Y. (2019). Pengaruh dosis biourin sapi dan pupuk N, P dan K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu (Solanum melongena L.). J Produksi Tanaman 7(11), 2144-2150.
Munawar, Ali. 2011. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Pemupukan. IPB Pres
Najiyati, S. dan darnarti,(1997), Budidaya tanaman kopi dan pengolahan pasca panen. penebaran swadaya. Jakarta.
Putri N. D., Hastuti E. D., dan Budihastuti R. 2017. Pengaruh Pemberian Limbah Kopi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L.). Jurnal Biologi. 6(4):41-50.
Rahardjo, pudji. 2013. Panduan Budidaya Dan Pengolahan kopi arabika dan robusta. Penebar swadaya, Jakarta.
Sahputra, A., A. Barus, dan R. Sipayung. 2013. Pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pemberian kompos kulit kopi dan pupuk organik cair. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(1):26-35.
Setyanti, Y. H., Anwar, S., & Slamet, W. (2013). Karakteristik fotosintetik dan serapan fosfor hijauan alfalfa (Medicago sativa) pada tinggi pemotongan dan pemupukan nitrogen yang berbeda. J Animal Agriculture2(1), 86-96.
Sitompul S. M. 2015. Nutrisi Tanaman: Diagnosis Defisiensi Nutrisi Tanaman. Malang: Universitas Brawijaya.
Sumiyanah, & Sunkawa, I. (2018). Pengaruh pemangkasan pucuk dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glicyn max L. Merril) varietas anjasmoro. Agroswagati 6 (1), 693-709
Surtinah. 2009. Pemberian Pupuk Organik Super Natural Nutrition (SNN) pada Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) di Tanah Ultisol. Jurnal Ilmiah Pertanian. 6(1):20-25.
Susianah. 2012. Pemisahan Senyawa Organik. Bandung: ITB.
Sutiyoso , Y. 2003. Meramu Pupuk Hidroponik. Penebar Swadaya. Jakarta.
Yulanda, A., T, Nopsagiartu dan rover. 2013. Kombinasi berbagai media tumbuh dan pemberian pupuk gandasil terhadap pertumbuhan bibit kopi (coffea sp). Jurnal Green Swarnadwipa. 3(1).
Yuliana, A. E., & Mohamad, N. (2019). Kajian hubungan antara kadar nitrogen media tanam dan keragaan tanaman bawang daun pada sistem vertikultur. Seminar nasional multidisiplin. UNHAWA Jombang.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















