Pengaruh Jarak Tanam dan Metode Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.3587Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan metode pengendalian gulma terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays). Penelitian ini dilaksanakan di UPTD BBHTPP DISTANBUN ACEH Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini dimulai pada bulan Februari 2022 sampai dengan Mei 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Dengan 2 faktor, 3 repetisi dengan 27 kombinasi. Perlakuan yang diteliti adalah faktor pertama jarak tanam yang meliputi jarak tanam 70X30 (J1), jarak tanam 70X40 (J2), jarak tanam 70X50 (J3). Faktor kedua adalah cara pengendalian gulma yaitu: penggunaan herbisida selektif Kayabas (M1), penggunaan herbisida non selektif Joxone (M2) dan tanpa kontrol (M0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan gulma maupun tanaman jagung, namun berpengaruh nyata terhadap komponen hasil terutama bobot tongkol yang meliputi panjang dan diameter. Jarak jarang 70 x 40 cm menghasilkan bobot tongkol 133,11g. Namun hasil total per ha tertinggi dicapai pada jarak tanam 70 x 30 cm dengan hasil Jagung pipilan kering sebesar 3318,84 kg/ha, sedangkan untuk jarak tanam 70 x 40 cm menghasilkan 2531,97 kg/ha. Penyemprotan herbisida dapat menekan pertumbuhan gulma dan merangsang pertumbuhan tanaman jagung, herbisida selektif Kayabas (M1) cukup efektif menekan gulma dan menghasilkan pertumbuhan tanaman jagung serta hasil biji pipilan kering yang tinggi yaitu 3321,33 kg/ha.
Kata Kunci : Jarak tanam, pengendalian gulma, jagung (zea mays)
References
Abadi, I. J., H. T. Sebayang dan E. Widaryanto. 2013. Pengaruh Jarak Tanam dan Teknik Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.). J. Produksi Tanaman. 1(2):8-16.
Alfredo, N., N. Sriyani, dan D. R. J. Sembodo. 2012. Efikasi Herbisida Pratumbuh Metil Metsulfuron Tunggal dan Kombinasinya dengan 2,4-D, Ametrin, atau Diuron Terhadap Gulma pada Pertanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Lahan Kering. J. Agrotropika. 17(1):29-34.
A. Yugi. 2012. Karakter Hasil Biji Kacang Hijau pada Kondisi Pemupukan P Dan Intensitas Penyiangan Berbeda. J. Agrivigor. 11(2):137-143. Hendrival,
Z. Wirda dan A. Azis. Periode Kritis Tanaman Kedelai Terhadap Persaingan Gulma. J. Florantek. 9(1):6-13. Indriyani, L. Y. 2012. Pengaruh Waktu Penyiangan dan Populasi Tanaman Terhadap Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Kondisi Tanpa Olah Tanah. J. Agronomi. 10(1):27-31.
Kusuma, R.S. Basuki dan H. Kurniawan. 2019. Uji Adaptasi Varietas Bawang Merah Asal Dataran Tinggi dan Medium pada Ekosistem Dataran Rendah Brebes. J. Hortikultura. 19(3):281-286.
Lamid, Z., Harnel, Adlis, dan W. Hermawan. 2018. Pengkajian TOT dengan Herbisida Glifosat pada Budidaya Jagung di Lahan Kering. Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian Olah Tanah Konservasi VI. Padang. 4(2):45 -54.
Marliah, A., Jumini dan Jamilah. 2016. Pengaruh Jarak Tanam antar Barisan pada Sistem Tumpangsari Beberapa Varietas Jagung Manis dengan Kacang Merah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil. J. Agrista. 14(1):30-38.
Nurjannah, U. 2013. Pengaruh Dosis Herbisida Glifosat dan 2,4 D Terhadap Pergeseran Gulma dan Tanaman Kedelai Tanpa Olah Tanah. J. Ilmu Pertanian Indonesia. 5(1):27- 33.
Puspitasari, K., H. T. Sebayang dan B. Guritno. 2013. Pengaruh Aplikasi Herbisida Ametrin dan 2,4-D dalam Mengendalikan Gulma Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.). J.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















