Aplikasi Pemberian Pupuk NPK dan Pupuk Organik Cair Enceng Gondok Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonium L)

Authors

  • Fitria Fitria Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Hadriman Khair Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Muhammad Alqamari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Mukhtar Yusuf Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Fitra Sywal Harahap

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.3415

Abstract

Tanaman bawang merah merupakan tanaman semusim, bawang merah digunakan sebagai rempah-rempah yang digunakan setiap hari sehinga kebutuhan akan bawang merah meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Aplikasi Pemberian Pemberian Pupuk NPK dan pupuk Organik Cair Enceng Gondok terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonium L). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yaitu faktor pertama pemberian pupuk NPK  dengan 3 taraf  N : 5 g/tanaman , N : 10 g/tanaman dan 15 g/tanaman. Faktor pemberian POC Enceng Gondok (E) dengan 4 taraf : E0 : ml/tanaman, E1: 250 ml/tanaman, E2 : 350 ml/tanaman, dan E3 : 450 ml/tanaman. Parameter yang diamati Tinggi tanaman,jumlah anakan, berat basah umbi bawang merah per plot. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian pupuk NPK pada tanaman bawang merah berpengaruh terhadap parameter berat basah umbi bawang merah per plot pada perlakuan 15g/tanaman yaitu 54,02 g/tanaman sedangkan pemberian enceng gondok pada tanaman bawang merah berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 8 Minggu Setelah Tanam yaitu 35,42 cm dan jumlah anakan  10,22 anakan. Tidak ada interaksi aplikasi pemberian NPK dan pupuk organik cair enceng gondok  terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.

References

Aritonang, D., Zubaidah, S., & Atikah1, dan T. A. (2023). Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (. 10(1), 73–83.

Badan Pusat Statisik. (2023). No Title. https://www.bps.go.id/publication/2023/02/28/18018f9896f09f03580a614b/statistik-indonesia-2023.html

Dhana, W. D., Hanum, C., & Ginting, J. (2023). Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah dengan Growth Respons and Yield of Shallots with N , P , K Fertilizers and Mycorrhiza Inoculation. 26(1), 29–36.

Fajjriah. (2017). Kiat Sukses Budidaya Bawang Merah (Arvin Mahardika (ed.); 1st ed.). Biogenesis.

Hasibuan, A., Azmi, N., Azzahra, A., & Utami, T. (2000). Pemberdayaan Eceng Gondok Sebagai Pupuk Organik

.

Istina, I. N. (2016). Peningkatan Produksi Bawang Merah Melalui Teknik Pemupukan Npk The Shallot Production Increase Through Npk Fertilizer Technique. Iii(1).

Mehran dkk. (2016). Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Bawang Merah (Allium Ascalonicum L) Pada Tanah Aluvial Akibat Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Npk. 11, 117–133.

Moi, A. R., Pandiangan, D., Siahaan, P., & Agustina, M. (2015). Pengujian Pupuk Organik Cair dari Eceng Gondok ( Eichhornia crassipes ) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi ( Brassica juncea ) a Jurusan. 4(1), 15–19.

Muliyati Priyono, J., & Tejowulani, S. (2023). Tanah Dan Dosis Pupuk Npk Pada Lahan Suboptimal. 5, 18–27.

Nur, F., Dwianita, N., Biologi, J., Matematika, F., Alam, P., Teknologi, I., & Nopember, S. (2013). Pengaruh Penambahan Eceng Gondok ( Eichhornia crassipes ) terhadap Pertumbuhan Jamur Tiram Putih ( Pleurotus ostreatus ). 2(1).

Siwanto, T., & Melati, M. (2015). Peran Pupuk Organik dalam Peningkatan Efisiensi Pupuk Anorganik pada Padi Sawah ( Oryza sativa L .) The Role of Organic Fertilizer in Increasing Efficiency of Inorganic Fertilizer on Paddy Rice ( Oryza sativa L .). 43(1), 8–14.

Verdiansyah Rovan, dkk. (2023). Agrotekma The Combination Of Organic Fertilizer And NPK on Growth and Yield Of Local Corn Composite Variety Guluk-Guluk. 7(2),105–113. https://doi.org/10.31289/agr.v7i2.9400

Downloads

Published

2023-10-23