Uji Cendawan Lecanicillium Lecanii Terhadap Serangga Ulat Grayak (Spodoptera Frugiperda) secara In Vitro

Authors

  • Mochammad Deddy Al David Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, Jl. Rungkut Madya No.1, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.3413

Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan terpenting kedua setelah beras, mayoritas masyarakat Asia menggunakan jagung ini sebagai pakan ternak dan pengganti beras. Rata – rata produksi jagung nasional mencapai 4,89 ton/ha tentu hal ini tidak mampu mencukupi kebutuhan jagung nasional oleh karena itu adanya tambahan jagung impor, penyebab kurangnya persediaan jagung disebabkan oleh banyak hal salah satunya ialah hama Spodoptera frugiperda. S. frugiperda (Lepidoptera : Noctuidae) merupakan hama invasif yang diketahui memiliki inang utama yaitu tanaman jagung. S. frugiperda menyerang jagung pada fase vegetatif sebesar 80 % sehingga mampu menyebabkan gagal panen jika tidak dilakukan pengendalian. Pengendalian hama menggunakan cendawan entomopatogen L. lecanii yang memiliki beberapa keunggulan diantaranya ramah lingkungan dan mudah ditemukan. Cendawan ini memiliki kemampuan yang dapat menggendalikan berbagai macam hama diantaranya S. litura, WBC dan ulat kubis. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keefektivitas cendawan entompatogen l. lecanii dalam mengendalikan S. frugiperda. Penelitian menggunakan RAL dan 6 perlakuan kerapatan spora (106 , 107 , 108 ,109 ,1010 dan 100 konidia/ml) dengan 4 ulangan. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa cendawan entomopatogen L. lecanii mampu mengendalikan populasi S. frugiperda dengan mortalitas tertinggi sebesar 33%.

References

BPS [Badan Pusat Statistik]. (2018). Statistik Indonesia 2018. Badan Pusat Statistik.

BIMARIEL, D. B. M. Uji Efektivitas Biopestisida Formulasi Cair dengan Bahan Aktif Cendawan Entomopatogen Beauveria Bassiana Vuillemin terhadap Hama Spodoptera Frugiperda JE Smith.

Fatiha, L., S. Ali, S. Ren, and M. Afzal. 2007. Biological characteristics and pathogenicity of Verticillium lecanii against Bemisia tabaci (Homoptera: Aleyrodidae) on eggplant. J Pak Entomol 29(2): 63– 72.

Herlinda, S., Utama, M. D., & Pujiastuti, Y. (2006). Kerapatan dan viabilitas spora Beauveria bassiana (Bals.) akibat subkultur dan pengayaan media, serta virulensinya terhadap larva Plutella xylostella (Linn.). Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 6(2), 70-78.

Kusuma, P.T.W.W., D.J. Rachbini. (2019). Simulasi kebijakan penambahan areal tanam dan peningkatan produktivitas dalam mendukung tercapainya swasembada jagung. Agritech. 39(3): 188 – 199.

Khoiroh, F., Isnawati dan U. Faizah. 2014. Patogenitas Cendawan Entomopatogen (Lecanicillium lecanii) sebagai Bioinsektisida untuk Pengendalian Hama Wereng Batang Coklat secara In Vivo. Lentera Bio., 3(2), 115-121.

Ladja, F. T., Santoso, T., & Nurhayati, E. (2015). Potensi cendawan entomopatogen Verticillium lecanii dan Beauveria bassiana dalam mengendalikan wereng hijau dan menekan intensitas penyakit tungro.

Lu, H., Rajamohan, F., and Dean, D. H. (1994). Identification of amino acid residues of Bacillus thuringiensis delta-endotoxin CryIAa associated with membrane binding and toxicity to Bombyx mori. Journal of Bacteriology, 176(17), 55545559.

Mamahit, J. M. E., Manueke, J., & Pakasi, S. E. (2020, November). Hama infasif ulat grayak spodoptera frugiperda (JE Smith) pada tanaman jagung di kabupaten Minahasa. In Seminar Nasional Lahan Suboptimal (No. 1, pp. 616-624).

Megasari, D., & Khoiri, S. (2021). Tingkat serangan ulat grayak tentara Spodoptera frugiperda JE Smith (Lepidoptera: Noctuidae) pada pertanaman jagung di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Indonesia. Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi, 14(1), 1-5.

Mufidah, S. M. S., & Zayadi, H. (2022, May). Uji Efikasi Ekstrak Daun Lamtoro, Tembelekan, Pepaya Dan Mimba Terhadap Perubahan Perilaku Larva Ostrinia Furnacalis. In Prosiding Seminar Nasional MIPA UNIPA (pp. 1-7).

Ningsih, N. F., Ratnasari, E., & Faizah, U. (2016). Pengaruh ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) terhadap mortalitas hama wereng coklat (Nilaparvata lugens). LenteraBBio, 5(1), 14-19.

Prayogo, Y. (2014). Efikasi cendawan entomopatogen Lecanicillium lecanii (Zare & Gams) untuk pengendalian hama kepik coklat pada kedelai.

Prayogo, Y. (2005). Potensi, Kendala, dan Upaya Mempertahankan Keefektifan Cendawan Entomopatogen untuk Mengendalikan Hama Tanaman Pangan. Buletin Palawija, (10), 53-65.

Rondo, S. F., Sudarma, I. M., & Wijana, G. (2016). Dinamika populasi hama dan penyakit utama tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) pada lahan basah dengan sistem budidaya konvensional serta pengaruhnya terhadap hasil di Denpasar-Bali. Agrotrop: Journal on Agriculture Science, 6(2), 128-136.

Susanti, R., Novita, A., & Lisdayani, L. (2021). Pengendalian Hama Tongkol Jagung (Helicoverpa armigera hubner) dan Penggerek Batang (Spodoptera frugiferda) dengan menggunakan Jamur Entomopatogen pada Tanaman Jagung Manis di Desa Banjaran Deliserdang. Jurnal Agroteknosains, 5(2), 48-54.

Suseno, Y. H. (2020). Uji efektivitas Entomopatogen Lecanicillium Lecanii untuk mempertahankan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai varietas tanjung 2 dari serangan hama ulat grayak (Spodoptera litura) (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Widakdo, D. S. W. P. J., & Setiadevi, S. (2017). Respon Hama Ulat Buah Melon Terhadap Aplikasi Pestisida Nabati Buah Bintaro (Cerbera manghas L.) Pada Berbagai Konsentrasi. Agrotechnology Research Journal, 1(2), 48-51.

Widayati, W., & Nirwanto, H. Pengaruh Suhu terhadap Perilaku Makan Cylas formicarius.

Widariyanto, R., Pinem, M. I., & Zahara, F. (2017). Patogenitas Beberapa Cendawan Entomopatogen (Lecanicillium lecanii, Metarhizium anisopliae, dan Beauveria bassiana) terhadap Aphis glycines padaTanaman Kedelai: Pathogenicity of Some Entomophatogen’s Fungus (Lecanicillium lecanii, Metarhizium anisopliae, and Beauveria bassiana) to Aphis glycines on Soybean. Jurnal Agroekoteknologi, 5(1), 8-16.

Downloads

Published

2023-10-21