Penggunaan Warna Tempat Media Tanam pada Pertumbuhan Tanaman Hias Singonium (Syngonium podophyllum Schott.) dengan Teknik Art Glass Planting
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i2.3297Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan warna tempat media tanam pada pertumbuhan tanaman hias singonium (Syngonium podophyllum Schott) dengan teknik art glass planting. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif true eksperiment, dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan setiap warna tempat media tanam dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman yang berbeda-beda, pertumbuhan panjang batang tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna ungu dengan rata-rata pertumbuhan 5,77cm, jumlah daun tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna kuning dengan rata rata pertumbuhan 5 helai, pertumbuhan lebar daun tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna biru dengan rata-rata 2,83cm, pertumbuhan diameter batang tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna ungu rata-rata 2,60mm, dan pertumbuhan panjang akar tertinggi ditunjukan pada perlakuan warna ungu dengan rata-rata 8,60cm. Perbedaan warna tempat media tanam mempengaruhi pertumbuhan tanaman hias singonium, setiap warna memiliki kemampuan menyerap panas yang berbeda-beda.
Kata kunci: Art glass planting, Pertumbuhan, Suhu, Warna
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















