VARIASI KAPASITAS TUKAR KATION (KTK) DAN KEJENUHAN BASA (KB) PADA TANAH HEMIC HAPLOSAPRIST YANG DIPENGARUHI OLEH PASANG SURUT DI PELALAWAN RIAU
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.3003Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Variasi Kapasitas Tukar Kation (KTK) dan Kejenuhan Basa (KB) pada Tanah Hemic Haplosaprist yang Dipengaruhi oleh Pasang Surut. Bahan tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah tanah hemic haplosaprist yang berasal dari daerah pasang surut di Pelalawan. Metode yang digunakan adalah metode survey lapangan kemudian sampel dianalisis di laboratorium dengan mengukur nilai pH tanah, KTK,KB, C-Organik, dan kadar abu pada tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasang surut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variasi nilai KTK dan KB pada tanah hemic haplosaprist, dimana pasang surut dapat menyebabkan kenaikan dan penurunan nilai KTK dan KB yang tidak selalu berhubungan. Sifat kimia tanah lain seperti pH, C-Organik, dan kadar abu juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai KTK dan KB pada tanah hemic haplosaprist. Hubungan antara nilai KTK dan KB dengan potensial produktivitas tanah juga terlihat erat, dimana tanah dengan nilai KTK dan KB yang tinggi cenderung memiliki potensi produktivitas yang lebih baik. Implikasi penting dari penelitian ini adalah dengan mengetahui variasi dan hubungan nilai KTK dan KB dengan sifat kimia pada tanah hemic haplosaprist akan mempermudah dalam memutuskan tindakan yang tepat guna mendukung pertanian berkelanjutan.Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















