EVALUASI PENERAPAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN DAN TANAMAN
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v13i9.281Abstract
Pertanian konvensional yang dilakukan secara terus menerus dengan menggunakan berbagai bahan agrokimianya, ternyata telah menimbulkan dampak negatif yaitu menurunkan tingkat produktivitas lahan, terganggunya keseimbangan ekosistem, dan berbahaya bagi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkat produktivitas lahan, hasil tanaman padi di Kabupaten Wonosobo, Purbalingga, dan Cilacap. Penelitian ini dilakukan di tiga lokasi yaitu Kecamatan Kalikajar (Wonosobo), Kecamatan Bukateja (Purbalingga), dan Kecamatan Adipala (Cilacap). Metode penelitian adalah metode survai. Hasil pengamatan dan analisis data diperoleh hasil bahwa untuk komponen abiotik tidak ada perbedaan yang nyata selama 6 musim tanam atau selama 3 tahun pengamatan yang ada, namun memiliki hasil yang semakin baik untuk semua komponen yang diamati meliputi kandungan nitrogen total, nitrogen tersedia, karbon organik, bahan organik, C/N ratio, boron total, boron tersedia, mangan total, mangan tersedia, pH tanah, asam humat, asam fulfat, KPK, dan stabilitas agregat. Untuk hasil tanaman padi terdapat perbedaan yang berarti untuk Kabupaten Wonosobo sebesar 23 persen, Kabupaten Purbalingga sebesar 38 persen, dan Kabupaten Cilacap sebesar 53 persen.
Kata kunci : Pertanian organik, komponen abiotik, produktivitas, hasil tanaman.
Downloads
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















