PENINGKATAN PRODUKSI BABY BUNCIS DENGAN PEMBERIAN PUPUK FOSFAT DAN PENGATURAN JARAK TANAM
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v4i2.262Abstract
Kacang buncis (Phaseolus vulgaris L) tergolong sayuran kacang-kacangan yang cukup penting, mempunyai nilai gizi tinggi, banyak disukai dan mudah membudidayakannya. Permintaan buncis dari pasar swalayan tidak hanya berupa polong muda dengan ukuran maksimal, akan tetapi polong-polong muda benrktran kecil atail disebut jtrga "baby buncis" (Rukmana, 1995)" Produksi polong sangat ditentukan tersedianyanya unsure hara fosfat dan rung tumbuh tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon tanaman baby buncis pemberian pupuk fosfat dan jarak tanam yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman baby buncis. Percobaan menggunakan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang disusun secara faktorial. Dosis pupuk fosfat yang terdiri atas 4 taraf yaitu 0, . 54, 108 dan 162 kg P2O5/Ha Jerak tanam yang terdiri atas 3 taraf yaitu 20 x 40 cm, 20 x 50 cm dan 20x6O cm. parameter yang diarnati meliputi : panjang tanaman , jumlah daun tanaman bobot basah brangkasan/tanaman,bobot polong/tanaman, jumlah polong/tanaman, panjang
ltanaman, bobot polong / petak Hasil penelitian menunjukkan bahrwa dosis pupuk fosfat berpengaruh Terhadap semua variabel yang diamati kecuali panjang polong pertanarnan.pertumbuhan dan produksi terbaik diperoleh pada dosis 108 kg P2O5 /ha. Jarak tanam berpengaruh terhadap semua variabel yang diamati, kecuali Panjang polong per tanaman. Pertumbuhan terbaik dicapai pada jarak tanam 20x60 cm Sedangkan hasil tertinggi pada jarak tanam 20 x 40 cm. Hasil terbaik dosis pupuk fosfat 108 kg P2O5/Ha dengan jarak tanam 20x40 cm
kata kunci : Baby buncis, dosis fosfat, dan jarak tanam.
Downloads
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















