PENANGANAN KEHILANGAN BRONDOLAN KELAPA SAWIT PADA AREAL BERBUKIT DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. AGRO SINERGI NUSANTARA KEBUN TANOH MAKMUE KABUPATEN ACEH BARAT
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v19i1.2586Abstract
Kehilangan brondolan kelapa sawit atau losses yang berhubungan langsung dengan hilangnya berat TBS (Tandan Buah Segar) merupakan suatu bentuk kerugian bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) mengetahui besarnya losses brondolan kelapa sawit di areal datar dan berbukit; 2) mengidentifikasi faktor penyebab losses brondolan kelapa sawit; dan 3) mengetahui teknis penanganan losses brondolan kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit Kebun Tanoh Makmue PT. Agro Sinergi Nusantara (PT. ASN) Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh pada bulan Oktober 2021 hingga Februari 2022. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif kuantitatif. Lokasi lahan perkebunan yang dijadikan sampel ditetapkan dengan metode stratified sampling. Penelitian ini dilakukan pada Afdeling 2 dengan blok 12 BB untuk areal berbukit dan blok 13 BB untuk areal datar. Pengambilan data dilakukan dengan metode Sensus Kerapatan Buah Semester (SKBS) serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) losses brondolan terbanyak ditemukan pada piringan dan pelepah kelapa sawit areal berbukit yaitu sebesar 2.272 buah brondolan dan 1.206 buah brondolan untuk areal datar; 2) faktor penyebab losses yaitu kondisi lahan, kondisi tanaman, tenaga kerja dan SOP, 3) teknis penanganan losses berupa perbaikan lahan, pemeliharaan tanaman dan peningkatan SDM tenaga kerja serta SOP.
Kata kunci: losses, brondolan kelapa sawit, areal berbukit, areal datar
References
Ardiansyah, Andre. 2021. Analisa Kehilangan Hasil Panen Brondolan Kelapa Sawit di Piringan pada PT Patri Agung Perdana Estate Rambutan. Skripsi. Palembang: Universitas Muhammadiyah Palembang
Direktorat Jenderal Perkebunan. 2021. Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2019-2021. Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta. 1046 hal
Dzikril A dkk. 2019. Rancangan Bangun Mesin Crusher Brondolan Sawit. Proyek Akhir. Bangka Belitung: Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. 2022. Siaran Pers- Potensi Industri Sawit harus Diiringi Sustainability dan Diperuntukkan bagi Kesejahteraan Rakyat
Kuvaini, A. 2012. Teknis Penanganan Kehilangan (Losses) Brondolan Kelapa Sawit pada Areal Berbukit di Perkebunan Kelapa Sawit PT Tintin Boyok Sawit Makmur Propinsi Kalimantan Barat. JCWE Jurnal Citra Widya Edukasi, Vol 4(1), hal 1-11
Marwas, Muardi. 2010. Pengelolaan Pemanenan pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di PT. Sari Aditya Loka 1 Kabupaten Merangin Provinsi Jambi. Bogor: Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor
Paisol, Yusup. 2021. Kajian Manajemen Kutipan Brondolan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Divisi-IV Kebun Gohor Lama PT Langkat Nusantara Kepong Sumatera Utara. Skripsi. Yogyakarta: Politeknik LPP Yogyakarta
PT Agro Sinergi Nusantara (PT ASN). http://ptpn1.co.id/anak-perusahaan
Tarmadja, S., Martin V dan Tri N B S. 2022 Kehilangan Hasil dalam Proses Panen Kelapa Sawit. Prosiding Seminar Nasional INSTIPER
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















