Pemanfaatan Limbah Cair dan Padat Pabrik Gula Sebagai Penambah Unsur Hara pada Tanah Pasiran di Pembibitan Tebu (Saccharum officinarum L.)

Authors

  • Saktiyono Sigit Pamungkas Politeknik LPP, Jl. LPP No.1 A Balapan Yogyakarta
  • Dina Evandani Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Politeknik LPP Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v17i1.1435

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah pabrik gula sebagai penambah unsur hara pada pembibitan bud set tebu (saccharum officinarum l.) Varietas ps 881 di tanah pasiran. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua factor. Faktor pertama yaitu pemberian pupuk cair molase dengan dosis yang digunakan yaitu M0 untuk perlakuan kontrol, M1 dengan pemberian POC 40%, M2 dengan pemberian POC 60%, M3 dengan pemberian POC 80%, dan M4 dengan pemberian POC 100%. Faktor kedua media pasir dengan kompos ampas tebu yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu : P0  (Kontrol Tanah), P1 (tanah pasiran + pupuk ampas tebu 20 %), P2 (tanah pasiran + pupuk ampas tebu 40 %), P3 (tanah pasiran + pupuk ampas tebu 60 %),dan P4 (tanah pasiran + pupuk ampas tebu 80 %). Dari kedua faktor tersebut diperoleh 25 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdiri atas 75unit percobaan. Perlakuan ditanam di dalam satuan polybag ukuran 22 x 25 cm. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan pH tanah. Analisis data menggunakan sidik ragam (anova) dengan signifikan 5%, jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan (DMRT). Hasil penelitian menujukkan tidak terjadi interaksi nyata antara pemberian POC molasse dan media campur pasir dengan kompos ampas tebu pada variable pertumbuhan yang diamati, POC molasse hanya memberikan pengaruh terhadap diameter batang dengan konsentrasi 40%/polybag (M1) dan pemberian pupuk kompos ampas tebu tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan pH tanah.

Kata kunci : tebu, molase,ampas tebu

References

Apriliani, A .2010. Pemanfaatan Arang Ampas Tebu Sebagai Adsorben Ion Logam Cd, Cr, Cu, dan Pb dalam Air Limbah. Jurnal Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi. Jakarta.

Azhari Rindi, N. Soverda dan Y. Alia, 2018. Pengaruh Pupuk Kompos Ampas Tebu Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Hijau (Vigna radiata L.). J. Agroecotania Vol. 1 No. 2

Azis, A, Cahyani, S., dan Sudirman, A., 2016. Respons pertumbuhan vegetatif tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) ratoon 1 terhadap pemberian kombinasi pupuk organik dan pupuk anorganik. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 4(2), 69-78.

Direktoral Jendral Pertanian. (2014). Statistik Perkebunan Indonesia 20132015 Tebu (Sugar Cane). (M. E. Subiyantoro & Y. Ariyanto, Eds.) Jakarta:Direktorat Jenderal Perkebunan

Foth, HD 1995, Fundamentals of soil science, Terjemahan Purbayanti, ED, Lukiwati & Trimulatsih, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Gardner, F.P; R.B. Pearce, R.L. Mitchel. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press : Jakarta

Guntoro, D., Purwonodan Sarwono. 2003. Pengaruh pemberian kompos bagase terhadap pertumbuhan serapan hara dan pertumbuhan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.). Bul. Agron 31(2):112-119

Hanum, C dan Panggabean, R. J. 2017. Respons Pertumbuhan Bibit Bud Sets TebuTerhadap Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk N, P dan K: Growth of Seedling Sugarcane Bud Sets on The Dosage and Frequency of N, P and K Fertilizer. Jurnal Online Agroekoteknologi, 5(4) :774-779

Hunsigi, G. 2001. Sugarcane in Griculture and Industry. Eastem Press.

Jainurti, E. vianney. (2016). Pengatuh penambahan tetes tebu (Molase) pada fermentasi urin sapi terhadap pertumbuhan bayam merah (Amaranthus tricolor L.). Universitas Sanata Dhrma. Jakarta: Penebar Swadaya.

Kurniawan, E., Ginting, Z., & Nurjannah, P. 2017. Pemanfaatan urine kambing pada pembuatan pupuk organik cair terhadap kualitas unsur hara makro (NPK). Prosiding Semnastek.

Marum, J., D. Zulfita dan Mulyadi. 2012. Pengaruh kompos ampas tebu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah podsolid merah kuning. Program Studi Agronomi Universitas Tanjungpura.

Meizal. 2008. Pengaruh Kompos Ampas Tebu Dengan Pemberian Berbagai Kedalaman Terhadap Sifat Fisik Tanah Pada Lahan Tembakau Deli. J. Ilmiah Abdi Ilmu. 2(2)

Misran, E. 2005. Industri Tebu Menuju Zero Waste Industry. Teknologi Proses, 4(2):6-10

Musnamar, E. I. 2003. Pupuk Organik Padat: Pembuatan dan Aplikasinya.

Nuraini, Y dan Nanag Setya Adi. 2003.Pengaruh Pupuk Hayati dan Bahan Organik Terhadap Sifat Kimia dan Biologi Tanah Serta Pertambahan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays. L). Jurnal Habitat Vol XIV.

Nurhidayati T, Muslihatin W dan Firdausi L. 2016.Pengaruh Kombinasi Media Pembawa Pupuk Hayati Bakteri Pelarut Fosfat Tehadap pH dan Unsur Hara Fosfor dalam Tanah. Jurnal sains dan seni its. 5(2).

Pawirosemadi.M. 2011. Dasar - Dasar Teknologi Budidaya Tebu dan Pengelolahan Hasilnya . Malang : Universitas Negeri Malang.

Prasetya, A. T, Huda, M. K., dan Latifah, L.,2013. Pembuatan pupuk organik cair dari urin sapi dengan aditif molasses metode fermentasi. Indonesian Journal of Chemical Science. 2(3).

Prasetyo, E.I., Sukardjo dan H. Pujiwati, 2009. Produktifitas lahan dan NKL pada tumpangsari jarak pagar dengan tanaman pangan. Jurnal Akta Agrosia, 12(1): 51–55.

Prasetyo, Y., H. Djatmiko dan N. Sulistyaningsih. 2015. Pengaruh Kombinasi Bahan Baku dan Dosis Biochar terhadap Perubahan Sifat Fisika Tanah Pasiran pada Tanaman Jagung (Zea mays L.). Berkala Ilmiah Pertanian, 1 (1) : 1-5.

Rahmad, D., 2012. Karakteristik Morfologi Pertumbuhan Beberapa Varietas Tebu, Jurnal Ilmiah Budidaya Dan Pengelolaan Tanaman Perkebunan Agroplantae, 1(2): 126-131.

Rosliani, R dan Basuki, R. S. 2013. Pengaruh varietas, status K-tanah, dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan, hasil umbi, dan serapan hara K tanaman bawang merah. Jurnal Hortikultura, 22(3) : 233-241.

Setyawati. H dan N.A Rahman. 2010. Bioetanol Dari Kulit Nanas Dengan Variasi Massa Saccharomyces Cereviceae dan Waktu Fermentasi, Skripsi, Institut Teknologi Nasional, Malang.

Simanjuntak, R. (2009). Studi Pembuatan Etanol dari Limbah Gula (Molase). Skripsi. USU, Medan

Soverda, N., Rinaldy, dan I. Susanti. 2008. Pengaruh beberapa macam bokashi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) di polybag. Jurnal Agronomi 12(1):17-20.

Steviani, S. 2011. Pengaruh penambahan molase dalam berbagai media pada media jamur tiram putih. Skripsi Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Suastuti, M. 1998. Pemanfaatan Hasil Samping Industry Pertanian Molasse Dan Limbah Cair Tahu Sebagai Sumber Karbon Dan Nitrogen Untuk Produksi Biosurfactan Oleh Bacillus Sp. Galur Komersial Dan Lokal.Skripsi.Institut Pertanian Bogor

Tarigan, F.A., J. Ginting, T.E.F. Sitepu. 2015. Respon wadah dan komposisi media pembibitan terhadap pertumbuhan bibit bud chip tebu (Saccharum officinarum L). J. Agroekologi. 3:458-464.

Winarso. 2005. Biologi Tanah dan Strategi Pengolahannya. Graha Ilmu. Yogyakarta

Yuliani, F. Dan F. Nugraheni. 2010. Pembuatan pupuk organik (Kompos) dari arang ampas tebu dan limbah ternak. Skripsi Universitas Muria Kudus.

Downloads

Published

2021-05-27