Aplikasi Limbah Cair Tebu Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis jacq.) pada Fase Pre Nursery

Authors

  • Saktiyono Sigit Tri Pamungkas Politeknik LPP Yogyakarta
  • Yoga Adiguna Politeknik LPP Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v16i2.1206

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh limbah cair tebu yang optimal bagi pertumbuhan bibit kelapa sawit di fase pre nursery (PN). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok non factorial. Dosis hasil fermentasi limbah cair tebu merupakan factor yang dicobakan, terdiri dari T0 (control), T20 (20 ml), T40 (40 ml), T60 (60 ml) dan T80 (80 ml), masing-masing diulang sebanyak 3 kali dalam 1 blok, sehingga total diperoleh 45 unit. Analisa data menggunakan ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% yang dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai) dan Panjang akar terpanjang (cm). Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi limbah cair tebu belum memberikan pengaruh yang optimal pada semua parameter pada pembibitan kelapa sawit di fase PN. Hasil terbaik ditunjukan pada T0 (tanpa perlakuan atau control)

 

Kata Kunci: limbah cair tebu, pembibitan, pre nursery

References

Chairani, Fauzi. 1997. Pengaruh Larutan Air Kelapa Terhadap Penurunan Tunas Rimpang Jahe. Buletin Tanaman Rempah dan Obat (II) No.2. Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.

Destalia 2017. Komposisi Atonik dan Air Kelapa pada Pertumbuhan Bud Chip Tebu (Saccahum officinarum l)

Foth. 1998.Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Gardner, F.P., R.B. Pearce. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Harjadi, S.S. 2009. Zat Pengatur Tumbuh. Penebar Swadaya. Jakarta.

Jainurti. 2016.Pengaruh Penambahan Tetes Tebu (molasse) Pada Fermentasi Urin Sapi Terhadap Pertumbuhan Bayam Merah.(Skripsi) Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.

Kusmiati, Swasono, R. Tamat, Eddy, J. Dan Ria, I. 2007. Produksi Glukan Dari Dua Galur Agrobacterium sp. Pada Media Mengandung Kombinasi Molase Dan Urasil, Jurnal Biodiversitas.

Lubis, A. U. 2008. Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Indonesia. Edisi 2. PPKS RISPA. Medan.

Muhsin, Ahmad. 2011. Pemanfaatan Limbah Hasil Pengolahan Pabrik Tebu Blotong Menjadi Pupuk Organik. Industrial Engineering Conference 201, hal 1-9. dilaksanakan 5 November 2011

Novizann. 2005. Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Agro Media Pustaka, Jakarta.

Nugroho, Hartanto; Purnomo dan Issirep Sumardi 2012. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pahan, I. 2015. Panduan Teknis Budidaya Kelapa Sawit untuk Praktisi Kebun. Penebar Swadaya. Jakarta.

Parman, S., 2007, Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L.),Buletin Anatomi dan Fisiologi,15 (2), 21-31.

Puspadewi, S., W. Suntari dan Kusumiyati. 2016. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L.) Kultivar Talenta. Jurnal Kultivasi Vol: 15 No. 3

Salisbury, F.B dan C.W. Ross. 2005. Plant Physiologi. Terjemahan. Norwalk: Easton Press.

Sutedjo, Mulyani. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan: Rineka Cipta. Jakarta.

Downloads

Additional Files

Published

2020-10-02