Deteksi Virus Mosaik pada Tanaman Pepaya (Carica papaya L.) Berdasarkan Kisaran Inang

Authors

  • Nining Triani Thamrin Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v16i1.1203

Abstract

Pertanaman pepaya di Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan dan Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat menunjukkan gejala mosaik yang berat pada bagian daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kisaran inang virus penyebab penyakit mosaik pada tanaman papaya berdasarkan gejala penyakit. Dalam penelitian ini menggunakan sampel daun tanaman pepaya yang bergejala mosaik dan variasi gejala lainnya dikumpulan dari beberapa tempat pertanaman pepaya di Kabupaten di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Propagasi virus pada tanaman dilakukan dengan melakukan metode sap-inoculation. Keberadaan penyakit mosaik dan tanaman sakit dideteksi dengan kajian biologi yakni pengujian pada tanaman inang indikator. Hasil pengujian respon tanaman indikator terhadap 25 isolat virus mosaik secara mekanik memperlihatkan 19 isolat virus yang dapat menginfeksi kelima tanaman indikator dengan persentase penularan dan lama periode inkubasi virus berbeda-beda.

 

Kata Kunci : pepaya, virus mosaik, kisaran inang

References

Brunt, A. K., Crabtree and A. Gibbs, (2011). Viruses of Tropical. CAB Internasional. pp. 707.

Davis RI, Mu L, Maireroa N, Wigmore WJ, Grisoni M, Bateson MF, Thomas JE. (2005). First records of the papaya strain of Papaya ringspot virus (PRSV-P) in French Polynesia and the Cook Island. Austr Plant Pathol. 34(1):125-126. doi:10.1071/AP04094.

Davis, R. F., and Mazumi, M. K. (2007). Detection of Cucurbit Viruses in New Jarsey. Plant Dis. 71:40-44.

Garrett, A., (2011). The pollination biology of papaw (Carica papaya L.) in Central Queensland. PhD. Thesis, Central Queensland University, Rockhampton, 125 pp

Gonsalves D, Tripathi S, Carr J.B, Suzuki J.Y. (2010). Papaya ringspot virus [Internet]. St. Paul (US): The American Phytophatological Society; [diunduh 2013 Mar 23]. Tersedia pada: http:// www.apsnet.org.

Hadiastono, T., (2010). Virologi Tumbuhan Dasar. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Hidayat, S. H., Nurulita, S. dan Wiyono, S., (2012). Infeksi Papaya ringspot virus pada Tanaman Pepaya di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. J. Fitopatologi Indonesia Vol. 8 (2) : 184-187.

Jamsari., (2007). Bioteknologi Pemula: Prinsip Dasar dan Aplikasi Analisis Molekuler. Unri Press. Riau

Jensen, D.D., (2010). Papaya virus diseases with special reference to papaya ringspot. Phytopathol 39 : 191-211.

Mazumi, H., A. Samei, A. H. Pour, M. Shaabanian and H. Rahimian. (2007). Occurrence, distrivution and relative incidence of sevent virus infecting greenhouse-grown cucurbits in Iran. Plant Dis. 91:159-163.

Noveriza R, Suastika G, Hidayat S.R, Kartosuwondo U. 2012. Pengaruh Infeksi Virus Mosaik terhadap Produksi dan kadar Minyak Tiga Varietas Nilam. Bul.Littro.Vol.23 No.1. 93-101.

Nameth, ST. (2002). Mosaic Virus Diseases of Vine Crops. Extension FactSheet.

Singh, M.K., V. Chandel., V. Hallan., R. Ram & A.A. Zaid. (2009). Occurrence of Peanut stripe virus on patchouli and raising of virus-free patchouli plants by meristem tip culture. Journal of Plant Diseases and Protection 116 : 2-6.

Soedarya, A.P. (2009). Agribisnis Pepaya. Pustaka Grafika. Bandung.

Downloads

Published

2020-04-01