Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) di Lahan Salin

Authors

  • Ahmad Rozak Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v16i2.1175

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kandang dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah di lahan salin, telah diilakukan di Pesisir Pantai Sicepit Desa Kasepuhan Batang. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Split Plot yang terdiri atas 2 faktorial dengan 3 kali ulangan. Data dianalisis dengan uji F dan jika terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5 %. Faktor pertama dosis pupuk kandang sebagai sub plot: tanpa dosis, dosis pupuk kandang 10 ton/ha, dosis pupuk kandang 20 ton/ha, dan dosis pupuk kandang 30 ton/ha, faktor kedua jarak tanam sebagai main plot: jarak tanam 40 x 10 cm, jarak tanam 40 x 20 cm, dan jarak tanam 40 x 30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk kandang berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah bintil akar efektif, dan bobot polong isi per tanaman berbeda nyata jumlah bunga ginofor, jumlah polong isi per tanaman, dan bobot biji kering per tanaman. Dosis pupuk kandang optimum adalah 20 ton/ha (D2). Perlakuan jarak tanam berbeda sangat nyata terhadap jumlah bintil akar efektif berbeda nyata tinggi tanaman, bobot segar brangkasan, dan bobot biji kering per petak. Jarak tanam yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah di lahan salin adalah 40 x 20 cm (J2). Interaksi dosis pupuk kandang dan jarak tanam berbeda sangat nyata terhadap jumlah bintil akar efektif berbeda nyata tinggi tanaman dan jumlah polong isi per tanaman. Interaksi terbaik dicapai pada dosis pupuk kandang 20 ton/ha dan jarak tanam 40 x 20 cm.

 

Kata Kunci: kacang tanah, dosis pupuk kandang, jarak tanam, lahan salin

References

Bey, Y., Syafii W. dan Sutrisno. 2006. Pengaruh pemberian Giberelin (GA3) dan Air kelapa terhadap perkecambahan bahan biji anggrek bulan (Phalaenopsis Amabilis B1) secara in vitro. Jurnal Biogenesis, 2 (2) :41-46.

Campbell, N. A. and J. B. Reece. 2002. Biology. Sixth Edition, Pearson Education. Inc.San.

Francisco.Gunawan, L. W. 1992. Teknik Kultur Jaringan. Bogor.

Harjadi. S. 2009. Zat Pengatur Tubuh. Penebar Swadaya. Jakarta.

Hendaryono, D. P. S. dan A. Wijayani. 1994. Teknik Kultur Jaringan. Kanisius. Yogyakarta.

Indrawanto, C. Purnomo, Siswanto, Syakir, M. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Tebu. Eksa Media. Jakarta.

Khan, I A., and A Hatri. 2006. Plantegeraion Via Organgenesis or Somatic Embogenesis inSugacane: Histological Studies. Pak.J.Bot.38(3):631-636.

Lakitan, B. 1996. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali Pers, Jakarta.

Lisiana, J.K.J.2013. Konsentrasi sucrose dan agar dialam media pelestarian in vitro ubi jalar var. Sukuh dan Ambon.

P3GI. 2017. Teknologi Bud Chip. Puslitbang, Kediri.

PT. Sigma Aldrich. 2019. 3-indoleacetid acid plant cell clture tested, crystalline. https://www. Sigmaaldrich.com. Diakses 23 juli 2019.

Pusat Penelitian Perkebunan Indonesia. 2012. Deskripsi Varietas Tanaman Tebu.http//www/pegi.co.id/id/produksi varietas.diakses november 2018.

Rahmawati 2015.Kultur Jaringan Tanaman. Cara Mudah Memahami Dan Menguasai Skala Rumah Tangga. Pustaka Lentera.

Ulfa, 2014. Peran Senyawa Bioaktif Tanaman Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Dalam Memacu Produksi Umbi Mini Kentang Solanum tuberosum L. Pada Sistem Budidaya Aeroponik. Disertasi Program Studi Ilmu Pertanian Pasca Sarjana. Universitas Hasanuddin. Makassar. Vasil, T.K., 1988.

Sudarti, L. 1994. Uji Adaptasi Klon Tebu Lahan Kering (Saccharum officinarum L. ) Pada Daerah Bercurah Hujan Tinggi.Skripsi. IPB. Bogor. Hal 10 – 15.

Panwhar, R.N, H.K. Keerio, M.H. Khaan, M.A. Rajpute, G.S. Unar, M.I. Mastoi, M. Chohan, A.F. Soomro, dan A.R Keerio. 2003. Relationship between Yield and Yield Contributing Traits in

Sugarcane (Saccharum officinarum L.). Pakistas Journal of Science 3 (2) : 97-99.

Vigliar, R., V.L. Sdepanian, and U. Fagundes-neto. 2006. Biochemical profile of coconut water from coconut palms planted in an inland region. J. de Pediatria. 82(4): 308-312.

Widiastuty, T., S. Avivi., D. P. Restanto. 2000. Pengaruh ukuran embriozigot terhadap regenerasi beberapa klon kakao. Jurnal Natur Indonesia. Vol 13 (3): 237-247.

Downloads

Published

2020-10-02