Pengaruh Variasi Dosis Legin Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) pada Berbagai Tingkat Naungan

Authors

  • sakinatunnisa sakinatunnisa Universitas Pekalongan
  • Syakiroh jazilah Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v16i1.1174

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan tanaman palawija yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi dosis legin terhadap pertumbuhan dan produksi kacang hijau (Vigna radiata L) pada berbagai tingkat naungan dan interaksinya. Ini telah dilaksanakan di Desa Sijambe Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Splitplot, perlakuan dosis sebagai sublot dan naungan sebagai mainplot. Faktor pertama dosis legin (D0= Kontrol, D1 = 10 g/kg benih, D2 = 20 g/kg benih, D3 = 30 g/kg benih), faktor kedua tingkat naungan (N0 = Kontrol, N1 = Naungan 25 %, N2 = Naungan 50 %). Data dianalisis dengan uji F dan jika terdapat perbedaan nyata dilakukan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis legin berbeda sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah bintil akar, jumlah polong, berat polong kering, berat biji kering, berat 1000 biji dan berat brangkasan basah tanaman, hasil tertinggi dicapai pada dosis 20 g/kg benih. Tingkat naungan berbeda sangat nyata terhadap terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah polong, berat polong kering, berat biji kering dan beraat 1000 biji, diperoleh hasil tertinggi pada naungan kerapatan 25 % (N1). Interaksi antara dosis legin dan tingkat naugan berbeda sangat nyata terhadap variabel tinggi tanaman, jumlah polong, berat polong kering dan berat 1000 biji, pertumbuhan terbaik dicapai pada kombinasi dosis legin 20 g/kg benih dan naungan 25 % (D2N1).

 

Kata kunci : Kacang hijau (Vigna radiata L.), Legin, Naungan

References

Afandi, M., Mawarni, L., dan Syukri. (2013). Respon Pertumbuhan dan Produksi Empat Varietas Kedelai (Glycine max L.) terhadap Tingkat Naungan. Jurnal Agroekoteknologi, 1(2): 214-226.

Andrianto, T.T. dan N. Indarto. 2004. Budidaya dan Analisis Usaha Tani Kedelai, Kacang Hijau, Kacang Panjang. Absolut. Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik. 2019. Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Tengah. BPS, Jawa Tengah.

Cahyono. 2008. Kacang hijau (teknik budidaya kacang hijau). Aneka ilmu. Semarang.

Cheng. 2008. Perspectives in biological nitrogen fixing research. Jurnal of Integrative Plant Biology. 50 : 784- 796.

Chinthapalli B, Murmu J, Raghavendra AS. 2002. Dramatic difference in the responses of phosphoenolpyruvate carboxylaseto temperature in leaves of C3 and C4 plants. J Exp Bot 54:707-714

Demezas DH and PJ Bottomley. 1986. Antecology in rhizosphere and nodulating behavior of indigenous Rhizobium trifolii. Applied and Enviromental Microbiology 52(4-6), 1014-1019.

Dierolf, T., T. Fairhurst dan E. Mutert. 2001. Soil Fertility Kit. Potash & Phosphate Institute of Canada.

Faridah E, 2006. Pengaruh Intensitas Cahaya, Mikoriza Dan Serbuk Arang Pada Pertumbuhan Alam Drybalanops Sp. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Fransisca, S. 2009. Respon Pertumbuhan dan Produksi Sawi (Brassica Juncea L.) terhadap Penggunaan Pupuk Kascing dan Pupuk Organik Cair. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Gardner, F.P. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Marscner, P. 2012. Mineral Nutrition Of Hingher Plants Third Edition. San Diego USA. 23-24

Megiandari, A. 2009. Isolasi Dan Pencirian Enzim Protease Keratinolitik Dari Usus Biawak Air . [Tesis] Jurusan Kimia FMIPA. IPB. Bogor.

Ni’am A.M dan Bintari S.H. 2017. Pengaruh Pemberian Inokulan Legin dan Mulsa terhadap Jumlah Bakteri Bintil Akar dan Pertumbuhan Tanaman Kedelai Varietas Grobogan. Jurnal MIPA 40 (2) (2017) : 80-86.

Poedjiadi, A., Supriyanti, F.M.T. 2009. Dasar-Dasar Biokimia. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta

Rukmana. 2002. Budidaya kacang-kacangan. Kansinus. Yogyakarta.

Saraswati, R. Dan Sumarno. 2008. Pemanfaatan Mikroba Penyubur Tanah sebagai Komponen Tek-nologi Pertanian. Puslitbang. Jakarta. Jurnal Iptek Tanaman Pangan. 3(1): 41-54.

Simanungkalit, R.D.M , T. Hutagalung, R.D. Hastuti, E. Pratiwi, and R.J.

Roughley. 2006. Effectiveness of Bradyrhizobium phaseoli strains

selected for acid-tolerance to increase yields of soybean grown in acid

soils in Indonesia. Indonesian J. Crop Sci. 13: 32-40.Singh, B., R. Kaur, and K.

Singh. 2008. Characterization of Rhizobium Strain

Sumarno dan Harnoto. 1983. Kedelai dan Cara bercocok Tanamnya. Pusat Penelitian dan pengembangan Tanaman pangan. Buletin Tehnik 6, 63.

Sundari, T., Soemartono., Tdeohari., dan Mangoendidjojo, W. 2005. Keragaan Hasil dan Toleransi Genotip Kacang Hijau Terhadap Penaungan. Ilmu Pertanian 12 (1) : 12-19.

Sundari, T., Soemartono., Tdeohari., dan Mangoendidjojo, W. 2005. Keragaan Hasil dan Toleransi Genotip Kacang Hijau Terhadap Penaungan. Ilmu Pertanian 12 (1) : 12-19.

Suparwata, D.O. 2018. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Terhadap Perlakuan Perbedaan Naungan. Akademika Jurnal Ilmiah UMG Vol. 7 No. 01

Triadiati, Nisa R, dan Yoan R. 2013. Respon Pertumbunan Tanaman Kedelai terhadap Bradyrhizobium japonicum Toleran Masam dan Pemberian Pupuk di Tanah Masam. Agron. Indonesia. 41 (1): 24-31.

Uheda E., H. Daimon and F. Yoshizako. 2001. Colonization and Invasion of Peanut (Arachis hypogaea L.) roots by gusA-marked Bradyrhizobium sp. Canadian Journal of Botany.

Downloads

Published

2020-09-28