Pengaruh Macam Varietas dan Zat Pengatur Tumbuh Alami Terhadap Pertumbuhan Kalus Tebu (Saccharum officinarum L.) Secara In Vitro

Authors

  • Yuni Kartika Universitas Pekalongan
  • Eka Adi Supriyanto Program Studi Agroteknologi Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v15i2.1138

Abstract

Tebu salah satu komoditas pertanian penghasil gula, akan tetapi kebutuhan benih tebu belum mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam varietas, zat pengatur tumbuh alami terhadap pertumbuhan kalus tebu secara in vitro dan interaksinya. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Tebu Comal Baru Kabupaten Pemalang. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 2 faktor 3 ulangan. Faktor pertama macam varietas (varietas PSJT 941, PS 881, kidang kencana) faktor kedua macam zat pengatur tumbuh (IAA, air kelapa, ekstrak tauge, ekstrak jagung). Data dianalisis dengan uji F dan jika terdapat beda nyata menggunkan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa macam veritas  berbeda sangat nyata terhadap variabel saat tumbuh tunas, tinggi planlet, jumlah tunas, jumlah daun, berbeda nyata terhadap saat tumbuh akar. Varietas terbaik adalah varietas kidang kencana. Macam zat pengatur tumbuh berbeda sangat nyata terhadap semua variabel yang diamati. Zat pengatur tumbuh terbaik adalah IAA. Interaksi macam varietas dan zat pengatur tumbuh alami berbeda nyata terhadap saat tumbuh akar dan bobot segar planlet. Interaksi terbaik pada variabel saat tumbuh akar dicapai oleh varietas kidang kencana dan IAA, untuk variabel bobot segar planlet  dicapai pada varietas kidang kencana  dan  air kelapa.

References

Bey, Y., Syafii W. dan Sutrisno. 2006. Pengaruh pemberian Giberelin (GA3) dan Air kelapa terhadap perkecambahan bahan biji anggrek bulan (Phalaenopsis Amabilis B1) secara in vitro.

Jurnal Biogenesis, 2 (2) :41-46.

Campbell, N. A. and J. B. Reece. 2002. Biology. Sixth Edition, Pearson Education. Inc.San

Francisco.Gunawan, L. W. 1992. Teknik Kultur Jaringan. Bogor.

Harjadi. S. 2009. Zat Pengatur Tubuh. Penebar Swadaya. Jakarta.

Hendaryono, D. P. S. dan A. Wijayani. 1994. Teknik Kultur Jaringan. Kanisius. Yogyakarta.

Indrawanto, C. Purnomo, Siswanto, Syakir, M. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Tebu. Eksa Media. Jakarta.

Khan, I A., and A Hatri. 2006. Plantegeraion Via Organgenesis or Somatic Embogenesis inSugacane: Histological Studies. Pak.J.Bot.38(3):631-636.

Lakitan, B. 1996. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali Pers, Jakarta.

Lisiana, J.K.J.2013. Konsentrasi sucrose dan agar dialam media pelestarian in vitro ubi jalar var. Sukuh dan Ambon.

P3GI. 2017. Teknologi Bud Chip. Puslitbang, Kediri.

PT. Sigma Aldrich. 2019. 3-indoleacetid acid plant cell clture tested, crystalline. https://www. Sigmaaldrich.com. Diakses 23 juli 2019.

Pusat Penelitian Perkebunan Indonesia. 2012. Deskripsi Varietas Tanaman Tebu.http//www/pegi.co.id/id/produksi varietas.diakses november 2018.

Rahmawati 2015.Kultur Jaringan Tanaman. Cara Mudah Memahami Dan Menguasai Skala Rumah Tangga. Pustaka Lentera.

Ulfa, 2014. Peran Senyawa Bioaktif Tanaman Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Dalam Memacu Produksi Umbi Mini Kentang Solanum tuberosum L. Pada Sistem Budidaya Aeroponik. Disertasi Program Studi Ilmu Pertanian Pasca Sarjana. Universitas Hasanuddin. Makassar. Vasil, T.K., 1988.

Sudarti, L. 1994. Uji Adaptasi Klon Tebu Lahan Kering (Saccharum officinarum L. ) Pada Daerah Bercurah Hujan Tinggi.Skripsi. IPB. Bogor. Hal 10 – 15.

Panwhar, R.N, H.K. Keerio, M.H. Khaan, M.A. Rajpute, G.S. Unar, M.I. Mastoi, M. Chohan, A.F. Soomro, dan A.R Keerio. 2003. Relationship between Yield and Yield Contributing Traits in Sugarcane (Saccharum officinarum L.). Pakistas Journal of Science 3 (2) : 97-99.

Vigliar, R., V.L. Sdepanian, and U. Fagundes-neto. 2006. Biochemical profile of coconut water from coconut palms planted in an inland region. J. de Pediatria. 82(4): 308-312.

Widiastuty, T., S. Avivi., D. P. Restanto. 2000. Pengaruh ukuran embriozigot terhadap regenerasi beberapa klon kakao. Jurnal Natur Indonesia. Vol 13 (3): 237-247.

Downloads

Published

2020-08-24