Pengendalian Penyakit Karat Tumor pada Semaian Sengon dengan Bacillus subtilis Formula Mikroenkapsulasi
DOI:
https://doi.org/10.31941/biofarm.v15i1.1100Abstract
Penelitian dilaksanakan di laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan di persemaian desa Bantarbolang Kab. Pemalang. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Berkelompok. Variabel yang diamati adalah jumlah koloni bakteri yang tumbuh dalam formula mikroenkapsulasi, jumlah spora yang berkecambah dan jumlah semai yang menunjukkan gejala penyakit karat tumor. Hasil penelitiannya adalah ukuran butiran mikroenkapsulan bakteri B211 dan B209 adalah 0,05 – 0,1 mm, bakteri B211 di dalam formula mikroenkapsulan dapat bertahan selama 4 minggu dan mikroenkapsulan B209 bertahan hidup selama 5 minggu, daya hidupnya menurun dengan rata-rata koloni pada minggu keempat pengamatan adalah B211 7,79.106 cfu/g formula dan B209 10,01.106 cfu/g formula, B. subtilis dapat menghambat perkecambahan spora jamur U. tepperianum yang menyebabkan penyakit karat tumor pada sengon, isolat B211 menghambat perkecambahan 100% dan B209 konsentrasi 1 gL-1 menghambat 93% sedangkan konsentrasi 2 gL-1 menghambat 87,53%, masa inkubasi tercepat adalah 30 hari dan intensitas gejala penyakit rata-rata sebesar 1,2%. Perlakuan dengan pemberian isolat B211 maupun B209 tidak berpengaruh nyata pada munculnya gejala penyakit.
Kata kunci: penyakit karat tumor, spora, mikroenkapsulan
References
Abidin, AZ., V. Winarto & IS., Fatmawati. 2012. Pengendalian Karat Puru (Karat Tumor) pada Sengon. Badan Penyuluhan dan Pengembanagn SDM Kehutanan, Pusat Penyuluhan Kehutanan, Kememtrian Kehutanan. Jakarta.
Anggraeni, I. & NE. Lelana,. 2011. Penyakit karat tumor pada sengon. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Jakarta
Lestari, P. & N. Prihatiningsih. 2017. Kemamouan Bacillus subtilis B211 dalam Menghasilkan Enzim Kitinase Ekstraseluler. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian VII. Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta
Prihatiningsih, N., Djatmika, HA., & Lestari, P., 2017. Aktivitas Siderofor Bacillus subtilis sebagai Pemacu Pertumbuhan dan Pengendali Patogen Tanaman Terung. J. HPT Tropika.17 : 170 – 178.
Prihatiningsih, N. & P. Lestari. 2017. Kemampuan Bacillus subtilis B211 dalam Menghasilkan Enzim Kitinase Ekstraselular. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Pertanian VII. Hal : 298 – 303.
Rahayu, S. 2014. Strategi Pengelolaan Penyakit Tanaman Hutan di Indonesia : Penyakit Karat Tumor pada Tanaman Sengon (Falcataria moluccana). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Rizqiati, H. 2006. Ketahanan dan Viabilitas Lactobacillus plantarum yang Dienkapsulasi dengan Susu Skim dan Gum Arab setelah Pengeringan dan Penyimapanan. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Schisler, D.A., P.J. Slininger, R.W. Behle & M.A. Jackson. 2004. Formulation of Bacillus spp. for biological control of plant diseases. National Centre for Agricultural Utilization Researh (NCAUR). 94 : 11.
Soesanto L., 2008. Pengantar pengendalian hayati penyakit tanaman. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta.
Sumanti, D.M., I. Lanti, I. Hamidah, E. Sukarminah & A. Giovanni. 2016. Pengaruh konsentrasi susu skim dan maltodekstrin sebagai penyalut terhadap viabilitas dan karakteristik mikroenkapsulasi suspensi bakteri Lactobacillus plantarum menggunakan metode freeze drying. Jurnal Penelitian Pangan. 1 : 7 – 13.
Suriani & A. Muis. 2016. Prospek Bacillus subtillis sebagai agen pengendali hayati patogen tular tanah pada tanaman jagung. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 35 : 37 – 45. (diakses 21 April 2017)
Wiryadiputra, S. 2007. Epidemi Penyakit Karat Tumor pada Sengon (Paraserianthes falcataria) di Jawa Timur, Indonesia. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. Jember
Wulansari, NK., N. Prihatiningsih, & HA. Djatmika. 2017. Efektivitas Lima Isolat Bacillus subtilis sebagai PGPR dalam Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Cabai Merah. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Papers. Purwokerto. 17 – 18 November 2017.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
















