Pengaruh Tingkat Kemasakan Benih dan Macam Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Benih Karet (Hevea Brasiliensis L)

Authors

  • Joko Santoso PTPN IX Kebun Blimbing, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah
  • Ubad Badrudin Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.31941/biofarm.v15i1.1098

Abstract

Tanaman karet merupakan salah satu komoditi pertanian yang penting, baik untuk lingkup internasional maupun Indonesia. Selain sebagai sumber devisa negara non-migas, karet juga menjadi sumber penghasilan hidup bagi banyak petani. Percobaan telah dilaksanakan di Desa Legokkalong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah RAK secara faktorial. Faktor pertama tingkat kemasakan benih (1 hari setelah jatuh dari pohon = J1, 3 hari setelah jatuh dari pohon = J2, 6 hari setelah jatuh dari pohon = J3), faktor kedua adalah macam media tanam (tanah = S1, tanah + kompos = S2, tanah + humus = S3, tanah + pupuk kandang sapi = S4). Variabel yang diamati meliputi kecepatan berkecambah, diameter batang, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, berat basah tanaman, berat basah akar, berat kering tanaman dan berat kering akar. Data dianalisis menggunakan uji F dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%, kemudian dilanjut dengan uji kontras ortogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemasakan benih berbeda sangat nyata pada variabel diameter batang dan jumlah daun, berbeda nyata pada variabel tinggi tanaman, sedangkan pada variabel lainnya berbeda tidak nyata. Tingkat kemasakan benih terbaik adalah 6 hari setelah jatuh dari pohon. Macam media tanam berbeda sangat nyata terhadap luas daun, panjang akar dan berbeda nyata pada variabel berat kering akar serta berbeda tidak nyata pada variabel lainnya. Macam media tanam terbaik adalah tanah + pupuk kandang sapi (S4). Tidak terdapat interaksi antara tingkat kemasakan benih dan macam media tanam pada semua variabel.

Kata kunci : Karet, devisa, non migas, tingkat kemasakan benih, media tanam

References

Ariyantoro, H. 2006. Teknik Perbanyakan Tanaman. Citra Aji Paramana, Yogyakarta.

Boerhendhy, I. 2009. Pengelolaan Biji Karet untuk Bibit. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 31(5):1-9.

Damanik, S. 2012. Pengembangan Karet (Havea brasiliensis) Berkelanjutan Di Indonesia. Perspektif. 11 (1): 91 – 102.

Damanik, S., Syakir, M., Made,T., dan Siswanto. 2010. Budidaya Pasca Panen Karet. Pusat Penelitian dan Perkebunan. Bogor.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2017. Karet; Statistik Perkebunan Indonesia 2016-2018. Kementerian Pertanian.

Dwidjoseputro, D. 1984. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia. Jakarta

Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.

Kasman. 2009. Pengembangan Perkebunan Karet dalam Usaha Peningkatan Ekonomi Daerah dan Pendapatan

Petani di Provinsi Aceh. Jurnal Ekonomi Pembangunan. 10(2): 250 – 266.

Lestariningsih, A. 2012. Meramu Media Tanam Untuk Pembibitan. Cahaya Atma Pustaka,Yogyakarta.

Lingga P dan Marsono. 2004. Petunjuk penggunaan pupuk. Penebar Sawadaya. Jakarta.

Pramana, G. 2010. Manajemen Pembibitan dan Penanaman Kelapa Sawit. Diakses melalui http://www.deptan.go.id pada tanggal 10 November 2013.

Prasetya, S.H. 1997. Teknik Usaha Mempercepat Masa Tanaman Belum

Menghasilkan (TBM) Tanaman Karet. Buletin Penalaran Mahasiswa. 3(1):8-15.

Qomara, W. 2003. Pengantar Produksi Benih. Fakultas Pertanian IPB. Bogor

Roni, N.G.K. 2015. Bahan Ajar: Tanah Sebagai Media Tumbuh. Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, Bali.

Rusmin, D dan I. Darwati. 2018. Studi Fenologi Dan Penentuan Masak Fisiologis Benih Purwoceng. Jurnal Agronida. 1 (1): 45-54.

Sipayung, H. H. dan M. Lasminingsih. 2012. Petunjuk Praktis Pembibitan Karet. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Shara, D., M. Izzati, E. Prihastanti. 2014. Perkecambahan Biji Dan Pertumbuhan Bibit Batang Bawah Karet (Havea brasiliensis Muell Arg.) Dari Klon Dan Media Yang Berbeda. Jurnal Biologi. 3 (3):60-74.

Wijayanti, P. 2010. Budidaya Tanaman Obat Rosella Merah (Hibiscus sabdariffa L.) dan Pemanfaatan Senyawa Metabolis Sekundernya di PT. Temu Kencono, Semarang. Jurusan Agribisnis Agrofarmaka. Universitas Sebelas Maret

Downloads

Published

2020-07-22