POTENSI ANTIOKSIDAN REBUSAN DAN SEDUHAN TEMU MANGGA (Curcuma mangga) DENGAN METODE DPPH
DOI:
https://doi.org/10.31941/benzena.v4i01.6697Abstrak
Latar belakang: Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil yang menyebabkan stres oksidatif dan berbagai penyakit kronis. Senyawa antioksidan dapat berperan menetralkan radikal bebas. Tanaman sebagai bahan alam obat tradisional memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berperan sebagai antioksidan. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai antioksidan yaitu temu mangga (Curcuma mangga). Pemanfaatan bahan alam sebagai obat oleh Masyarakat di Indonesia sebagian besar menggunakan metode rebusan dan seduhan.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan rebusan dan seduhan rimpang temu mangga (Curcuma mangga) dibandingkan dengan kuersetin. Dan mengetahui kandungan metabolit sekundernya yang bertanggung jawab terhadap aktivitas antioksidan.
Metode: Skrinning fitokimia menggunakan reagen pereaksi warna untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder meliputi: alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid. Aktivitas antioksidan diukur menggunakan metode DPPH dengan menggunakan parameter nilai Inhibitory Concentration 50% (IC50) dengan kuersetin sebagai kontrol positif.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kedua metode memiliki senyawa metabolit sekunder yang bertanggung jawab terhadap aktifitas antioksidan, yaitu: alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid. Kedua metode menunjukkan aktivitas antioksidan sangat kuat, dengan IC50 kuersetin, rebusan dan seduhan berturut-turut sebesar 5,62 ppm; 5,75 ppm; dan 5,53 ppm. Metode seduhan sedikit lebih efektif, kemungkinan karena suhu yang digunakan lebih rendah, sehingga menjaga stabilitas senyawa antioksidan termolabil seperti flavonoid.
Kesimpulan: Metode ekstraksi berpengaruh signifikan terhadap aktivitas antioksidan. Metode seduhan dapat menjadi metode tradisional yang lebih optimal untuk mempertahankan sifat antioksidan Curcuma mangga.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
uthors who publish with BENZENA JURNAL ILMIAH FARMASI agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the BENZENA JURNAL ILMIAH FARMASI right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or edit it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) before and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



