Identifikasi Kalsium dan Antioksidan Stik Tulang Ikan Barakuda Dengan Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera)

Identification of Calcium and Antioxidants in Barracuda Fish Bone Sticks Enriched with Moringa (Moringa oleifera) Leaf Powder

Authors

  • Jumiati Ilmu Perikanan, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban
  • Yuyun Suprapti Ilmu Perikanan, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban
  • Luhur Moekti Prayogo
  • Sri Rahmaningsih Ilmu Perikanan, Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban

DOI:

https://doi.org/10.31941/penaakuatika.v25i2.7711

Abstract

Limbah tulang ikan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pangan bernilai tambah melalui pengembangan produk stik. Penggunaan tepung tulang ikan barakuda bersama tepung daun kelor diharapkan menghasilkan camilan yang mengandung mineral dan komponen antioksidan. Penelitian ini bertujuan menentukan kadar kalsium, flavonoid, vitamin C, dan beta-karoten pada stik dengan variasi penambahan kedua tepung tersebut. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dua faktor, yaitu tepung tulang ikan barakuda (S: 25%, 30%, dan 35%) serta tepung daun kelor (M: 5%, 10%, dan 15%). Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) dan uji F. Hasil pengujian menunjukkan perbedaan sangat nyata antarperlakuan (p < 0,01) untuk keempat parameter. Perlakuan S3M3, berupa tepung tulang ikan 35% dan tepung daun kelor 15%, menghasilkan kadar tertinggi, yakni kalsium 30,77 mg/100 g, flavonoid 366,3 mg/kg, vitamin C 5,53 mg/100 g, dan beta-karoten 153,55 mg/100 g. Pola hasil menunjukkan peningkatan konsentrasi tepung daun kelor diikuti kenaikan komponen yang diuji, sementara tepung tulang ikan turut menyumbang kalsium. Temuan ini memperlihatkan peluang pengembangan stik berbahan hasil samping perikanan dan kelor sebagai produk pangan dengan kandungan mineral dan senyawa antioksidan.

Kata kunci: Antioksidan , barakuda, kalsium, kelor, stik

Published

2026-09-30